16 Grup Musik Keroncong Jabodetabek Kumpul di Kediaman Politisi Gerindra

Anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi Partai Gerindra, Amarno Y Wiyono menjadi tuan rumah Silaturahmi Keroncong Jabodetabek, Selasa malam 5 September 2017. (foto: tangerangsatu.co.id/ida rosidah sanusih)

TangerangSatu.co.id  KOTA TANGERANG – Musik keroncong yang lembut dan melankolis sangat menyentuh jiwa. Keroncong Indonesia sangat mirip dengan musik rakyat di Virginia, Amerika Serikat.

Pengakuan itu dilontarkan penyanyi keroncong asal Amerika Serikat, Hannah Marie Standiford dalam sebuah pertemuan para musisi dan penyanyi keroncong se-Jabodetabek di kediaman anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang  dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Amarno Y Wiyono di bilangan Larangan, Kota Tangerang, Selasa malam 5 September 2017.

Malam itu, berkumpul 16 grup orkes keroncong se-Jabodetabek. Mereka tampil tanpa membawa bendera grup masing-masing. Semua yang hadir menyatu dalam silaturahmi keroncong Jabodetabek.

Dijelaskan Hannah, dirinya di Amerika Serikat membentuk Orkes Keroncong (OK) Rumput. Ia memilih nama ‘rumput’ karena menurutnya musik keroncong sebuah kesenian yang lebih membumi.

“Keroncong itu musik yang berasal dari ‘tanah’ sehingga kuat akarnya di sanubari masyarakat Virginia,” jelas Hannah kepada TangerangSatu.co.id.

Wanita lajang ini kini tengah meneliti keroncong bekerjasama dengan ISI (Institut Seni Indonesia) Solo. Selama di Indonesia, Hannah mendapat beasiswa dari Fulbright, Amerika Serikat.

Kepada generasi muda Indonesia yang ingin studi di luar negeri atas beasiswa dari Fulbrigt, bisa dibuka link ini: ‎https://www.aminef.or.id/grants-for-indonesians/fulbright-programs/scholarship/

Penyanyi keroncong asal Amerika Serikat, Hannah Marie Standiford melantunkan lagu Jali-jali dalam Silaturahmi Keroncong. (foto: tangerangsatu.co.id/ida rosidah sanusih).

Keroncong Tampil di Mal

Sementara itu anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi Partai Gerindra, Amarno Y Wiyono mengatakan dirinya tengah mengupayakan agar kesenian keroncong bisa tampil di mal.

Bersama para seniman keroncong Jabodebatek, Amarno tengah menggagas agar musik ini bisa tampil di tempat khalayak ramai dan banyak digemari kaum muda.

Selain itu pihaknya juga akan mengupayakan agar keroncong menjadi bagian pelajaran ekstra kurikulier di sekolah-sekolah.

“Keroncong itu musik Indonesia yang kini mulai tergerus pengaruh budaya luar. Kita ingin anak-anak muda menggemari keroncong,” ujar pria asal Solo yang aktif di Ikatan Keluarga Gunung Kidul (IKG) ini.

Silaturahmi seniman keroncong Jabodetabek ini, sambung Amarno merupakan yang pertama digelar. Ke depan minimal tiga bulan sekali akan di uoayakan untuk menggelar pertemuan semacam ini.

“Kita pengen keroncong ini bangkit di tengah hingar bingar musik kontemporer,” tegas Amarno Y Wiyono.

  • Ateng San | Ida Rosidah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *