Beranda Ekonomi BIsnis Geliat UMKM Kecamatan Pinang, Satu Pekan Ramadhan Kembang Goyang Cap Putri Banjir...

Geliat UMKM Kecamatan Pinang, Satu Pekan Ramadhan Kembang Goyang Cap Putri Banjir Pesanan

850
0

TangerangSatu.co.id, KOTA TANGERANG – Satu pekan bulan suci Ramadhan, usaha mikro kecil menengah (UMKM) Kecamatan Pinang yakni cemilan khas Betawi kue kembang goyang Cap Putri sudah kebanjiran pesanan. Para pemesan tak melulu warga Tangerang Raya, namun ada yang dari Jakarta, Depok dan Bekasi.

Adalah Haji Salim dan Hajah Iput, suami isteri berama anak-anaknya memproduksi penganan khas Betawi di rumahnya Jalan Haji Aba Kampung Sawah Dalam Gang Tower RT 08 RW 05 Kelurahan Panunggangan Utara Kecamatan Pinang Kota Tangerang.

Selain melayani pesanan konsumen perorangan, kue kembang goyang Cap Putri juga memenuhi orderan untuk toko-toko. Jelang Lebaran, pesanan meningkat drastis.

“Kalo mao Lebaran begini, di sini biasanya orang pesen kembang goyang, stik bawang, kripik bawang, akar kelapa dan biji ketapang,” jelas Uswatun, puteri sulung pasangan Haji Salim dan Hajah Iput.

Diterangkan Uswatun, satu pekan ini, dari dapur prosuksinya sudah keluar 1.500 bal stik bawang, keripik bawang dan kembang goyang untuk memenuhi permintaan toko. Saat ini ia masih menyiapkan permintaan untuk toko.

Uswatun mengatakan, pelanggan perorangan memesan untuk Lebaran. Mereka memesan dari jauh hari. Sebab, satu pekan menjelang Lebaran pihaknya tidak melayani pesanan.

“Satu minggu mao Lebaran kita ga terima pesanan. Biasanya pelanggan yang sudah pesan, sekitar satu minggu jelang Lebaran mereka berdatangan untuk ambil pesanannya,” jelas Uswatun.

Ditambahkannya, pelanggan memesan via whatsapp +62 822 1342 9311. Kembang goyang Cap Putri memasang harga jual yaitu biji ketapang Rp20 ribu @ ½kg, akar kelapa Rp30 @ ½kg, kripik bawang Rp13 ribu @ ½kg, stik bawang Rp13 ribu @ ½kg, kembang goyang 3 baris @ Rp25 ribu.

Haji Salim menambahkan, menghadapi Lebaran biasanya produksi kembang goyang Cap Putri menghabiskan terigu sebanyak 3.750 kg dan minyak goreng 80 jerigen ukuran 16 liter yakni sebanyak 1.280 liter.

“Untuk produksi, selain saya, isteri, anak saya dua orang dibantu empat tenaga dari famili. Yang empat orang ini kita bayar tenaganya. Alhamdulillah meskipun kecil, kita bisa menyerap tenaga kerja,” ucap Haji Salim.***

• Ateng San

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here