Beranda Opini Tetap Taat Prokes Percepat Transisi ke Endemi Covid-19

Tetap Taat Prokes Percepat Transisi ke Endemi Covid-19

45
0

Oleh : Oka Rizki )*

Masyarakat diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes), karena saat ini masih masa pandemi Covid-19. Jika semuanya tertib maka transisi dari masa pandemi ke endemi akan lebih cepat dan berlangsung dengan mulus.

Pandemi covid-19 terjadi sejak bulan Maret 2020 lalu, dan menjelang akhir 2022 ini masih berlanjut. Masyarakat sudah lelah karena di masa pandemi tak hanya terancam kena penyakit fisik, tetapi juga penyakit mental. Penyebabnya karena mereka takut tertular dan akhirnya mematuhi Prokes dengan ketat.

Prokes seperti memakai masker dan mencuci tangan harus ditaati karena menjadi jalan untuk terhindar dari penularan Corona, juga ditambah dengan vaksinasi. Taati juga poin lain dalam Prokes seperti memakai hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan bergaya hidup sehat dan bersih. Setiap warga negara Indonesia sudah hafal poin-poin dalam Prokes dan jangan hanya dihafal tapi juga dipraktikkan.

Mengapa masyarakat harus taat Prokes? Penyebabnya karena saat ini masih masa pandemi, dan jumlah pasien Corona per 23 September 2022 lebih dari 1.900 orang per hari. Angka ini tentu mengkhawatirkan karena hampir 2.000 orang kena Corona. Bisa jadi mereka belum divaksin dan tidak taat Prokes.

Padahal pemerintah sudah bersiap-siap masuk ke masa endemi karena jumlah pasien Corona sempat turun ke angka ratusan saja. Namun melonjak lagi gara-gara kedatangan virus Covid-19 varian Omicron dan subvarian Centaurus yang ganas dan menular lebih cepat. Jika pandemi berubah jadi endemi maka situasi relatif aman karena penyakitnya masih ada tapi hanya ada di daerah tertentu dan minim penularan.

Epidemiolog dari Universitas Gadjah Mada, Riris Andono Ahmad menyatakan bahwa potensi kenaikan penularan Corona akan tetap ada meskipun status pandemi dicabut secara global. Bukan ancamannya yang jadi prioritas, tapi penyakitnya yang masih bersirkulasi. Dari waktu ke waktu akan ada siklus seperti kemarin, ada kenaikan kasus dan sebagainya.

Riris melanjutkan, contohnya adalah di Eropa dan Amerika yang kasusnya sempat menurun. Namun begitu ada Omicron, ada lonjakan kasus lagi. Dalam artian, ini adalah sebuah peringatan bahwa bisa jadi siklus akan terulang, meski pandemi berubah statusnya menjadi endemi. Sehingga masyarakat harus makin waspada akan penularan Corona.

Oleh karena itu masyarakat terus dihimbau untuk menaati Prokes karena menjadi pelindung dari ganasnya Corona. Jangan pernah melepas masker atau hanya mengandalkan face shield, karena akan kurang efektif. Selain itu, tetaplah jaga jarak minimal 1,5 meter dan hindari kerumunan, agar aman dari potensi penularan virus covid-19.

Saat akan keluar walau jarak dekat seperti belanja ke warung tetangga atau jalan-jalan ke Mall, pastikan memakai masker dalam perjalanan. Sampai tujuan juga jangan dilepas, karena harus tetap waspada akan orang-orang yang ditemui. Siapa tahu dari mereka ada yang berstatus OTG (orang tanpa gejala) atau belum divaksin 3 kali.

Kewaspadaan seperti ini bukanlah paranoid. Melainkan cara untuk berjaga-jaga dan mengamankan diri dari penularan Corona. Hindari kerumunan dan jika terpaksa harus ke pasar, datanglah saat baru buka, sehingga kondisinya sepi dan tidak ada gerombolan orang di sana.

Sementara itu, Plt. Walikota Cimahi, Ngatiyana, menyatakan bahwa masyarakat harus menaati aturan pemerintah terkait Prokes. Ia bersyukur warga di tempatnya masih disiplin dalam menaati Prokes. Dalam hampir 3 tahun mereka sudah terbiasa memakai masker.

Artinya, pemerintah membuat aturan Prokes demi keselamatan masyarakat. Jika banyak yang memakai masker maka sangat bagus karena ia sadar dan melindungi dirinya dari keganasan Corona. Selain itu, keluarganya akan aman karena ia tidak membawa droplet berisi virus covid-19.

Makin banyak warga yang disiplin Prokes maka makin bagus karena akan mempercepat fase dari pandemi ke endemi. Jika fase endemi dimulai maka situasi akan lebih kondusif karena tingkat keganasan Corona berkurang. Namun untuk berjaga-jaga, masyarakat sebaiknya masih memakai masker dan menaati poin lain dalam Prokes.

Lagipula, dengan disiplin Prokes maka bisa terhindar dari Corona. Selain itu, Prokes juga bisa menghindarkan seseorang dari penyakit lain. Misalnya hepatitis misterius, cacar monyet, dan lain sebagainya. Tubuh akan lebih sehat dan tidak mudah ketularan, misalnya flu dan batuk di musim pancaroba.

Masyarakat dihimbau untuk tetap taat Prokes seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menjaga kebersihan. Jangan lupa untuk menjaga gaya hidup sehat dan bersih serta makan makanan bergizi. Ketika semua orang taat Prokes maka fase pandemi lekas berakhir dan berganti menjadi endemi, di mana keadaan lebih aman, tetapi harus tetap waspada dan jangan lalai akan Prokesnya.

)* Penulis adalah kontributor Persada Institute

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here