Terjaring Kalong Wewe, Penjual Miras Diajukan ke Pengadilan

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Tak pernah berhenti, Tim Kalong Wewe Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang terus menerus melaksanakan penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2005 tentang Pelarangan Pengedaran Minuman Beralkohol. Mereka yang terjaring operasi penegakan Perda ini, oleh Kalong Wewe langsung diajukan ke Pengadilan Negeri untuk disidangkan perkaranya.

Dalam operasi penegakan Perda 7/2005 yang digelar Selasa 27 November 2018 Tim Kalong Wewe Gakumda menjaring penjual minuman keras (Miras) di wilayah Sudimara Pinang, Kecamatan Pinang. Di kedai milik Ratna (43 th) ini Kalong Wewe berhasil mengamankan Miras berbagi merk sebanyak 23 botol.

“Rumah petakan yang berlokasi di Jalan H Jalal Kecamatan Pinang menjual Miras berbagai merk. Warga melaporkan kepada Satpol PP bahwa Ratna sudah lama berjualan Miras. Tim Kalong Wewe menggerebek rumah tersebut dan kedapatan ada 23 botol yang dijual di rumah Ratna,” jelas Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang SSos MM kepada TangerangSatu.co.id, Rabu pagi 28 November 2018.

Didukung Unit Patroli Satuan Sabhara, Satuan Intelkam dan Satuan Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Tim Kalong Wewe bersama Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bidang Gakumda menggiring Ratna ke Pengadilan Negeri Tangerang untuk diajukan ke sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring).

Sidang Tipiring dipimpin oleh hakim RA Suharni SH MH dan jaksa Erlangga SH memvonis Ratna bersalah melanggar Perda 7/2005 dengan ganjaran hukuman denda sebesar Rp200 ribu subsider kurungan tujuh hari. 23 botol Miras milik Ratna disita untuk dimusnahkan.

Kabid Gakumda, Kaonang SSos MM menjelaskan operasi Tipiring ini atas perintah Kepala Satpol PP Kota Tangerang, H Mumung Nurwana guna menegakan Perda dan menciptakan Kota Tangerang yang Akhlaqul Karimah menjadi lebih tenteram dan tertib.

Dikatakan Kaonang, untuk penjual Miras saat ini masih menerapkan Perda 7/2005. Februari 2019 maka Satpol PP Kota Tangerang sudah mulai memberlakukan Perda 8/2018 tentang Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat. Dalam Perda tersebut sanksi yang dikenakan terhadap pelanggar akan lebih berat.

“Dampak Miras ini sangat berpengaruh terhadap sehatnya generasi penerus. Bidang Gakumda terus-menerus melakukan penegakan Perda 07 tahun 2005. Penegakan Perda adalah tugas pokok dan fungsi Bidang Gakumda,” ujar Kaonang yang juga dosen Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Ilmu Politik (STISIP) Yuppentek dan Ketua Alumni perguruan tinggi tersebut.***

Ateng Sanusih | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed