HUT ke 26, Pemkot Tangerang Akan Musnahkan Belasan Ribu Botol Miras 

 

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Di hari ulang tahun ke 26, Pemerintah Kota Tangerang akan melakukan pemusnahan minuman keras  (Miras) hasil operasi penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2005 tentang Pelarangan Pengedaran Minuman Beralkohol dari sejumlah gudang, agen, kafe dan kedai di wilayah hukum Kota Tangerang.

“Insyaa Allah besok sebanyak 12.415 botol/kaleng/bungkus plastik ditambah 20 jerigen ukuran 20 liter ciu/tuak akan dimusnahkan di kawasan Puspem Kota Tangerang. Pemusnahan ini rencananya akan dilakukan oleh Pak Walikota Tangerang,” jelas Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang SSos MM didampingi Kasi Penegakan, Tatang Sumantri kepada TangerangSatu.co.id,saat meninjau persiapan pemusnahan Miras, Rabu siang 27 Februari 2019.

Dikatakan Kaonang, Miras sebanyak itu hasil operasi selama satu tahun, sejak 9 Februari 2018 – Februari 2019. Pemusnahan ini merupakan kado bhakti Satpol PP kepada masyarakat Kota Tangerang yang terus gencar melakukan penegakan Perda 7/2005 agar generasi muda tidak teracuni oleh Miras.

Dalam catatan yang berhasil dihimpun TangerangSatu.co.id sebagian besar Miras yang akan dimusnahkan tersebut adalah hasil penggerebekan gudang di wilayah Keroncong, Kecamatan Periuk medio Juli 2018 lalu. Saat itu Bidang Gakumda berhasil menggerebek gudang Miras milik Siregar. Dalam operasi penegakan Perda 7/2005 ketika itu, Bidang Gakumda yang didukung oleh unsur Polres Metro Tangerang Kota berhasil menyita sebanyak 6.912 botol dan dua jerigen ukuran 20 liter Miras.

Pemerhari Kebijakan Tangerang LIVE, Yahya Suhada mengatakan sasaran Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2005 tentang Pelarangan Pengedaran Minuman Beralkohol adalah untuk mencegah penyakit masyarakat berupa tindak kriminal dan meminimalisir gangguan Kamtibmas di wilayah Kota Tangerang terutama generasi muda yang menjadi konsen utama sebagai penerus apa yang selama ini telah dibangun oleh kita.

Penyakit masyarakat ini, kata Yahya Suhada selalu menjadi momok di setiap permasalahan kerawanan Kamtibmas. Hal ini karena kurang maksimal hukuman yang dijatuhkan kepada para penjual.

“Di ulang tahun Kota Tangerang ke 26 ini, saya berharap semoga apa yang telah baik agar tetap dipertahankan dan berupaya agar terus ditingkatkan,” ujar Yahya Suhada.***

• Ateng San 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed