Perda 7/2005 Perlu Penguatan Perwal

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Hasil penelusuran Tim Kalong Wewe Gakumda Satpol PP, sebagian besar minuman keras (miras) yang beredar di kedai-kedai di wilayah Kota Tangerang berasal dari agen besar yang berlokasi di kawasan Perumnas II Kelurahan Bencongan Indah, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Di lokasi ini terdapat agen besar yang menjadi penyuplai miras wilayah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.

“Hasil keterangan dan pendalaman, sebagian besar miras ini dibeli di wilayah Kabupaten Tangerang yang lokasinya 50 meter dari perbatasan Kota Tangerang. Sudah menjadi rahasia umum lokasi tersebut agen besar miras yang tidak tersentuh hukum. Di lokasi tersebut penjual miras Kota tangerang mayoritas beli di sana untuk diedarkan di Kota Tangerang,” ungkap Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang usai melakukan penggerebekan kedai miras di Jalan Sudirman, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Selasa pagi 28 Mei 2019.

Dalam penggerebekan itu Tim Kalong Wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang yang didukung unsur dari Polres Metro Tangerang Kota menyita 214 miras berbagai merk dari kedai R Purba.

Dikatakan Kaonang, dalam penindakan terhadap pelanggar Perda Kota Tangerang 8/2005 tentang Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohor, Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, bagi penjual miras setelah disidangkan di Pengadilan Negeri namun kemudian masih menjual miras kembali, maka tempat tinggal usahanya akan dilakukan penyegelan dan pencabutan ijin.

“Kami perlu segera ada penguatan Perda 07 tahun 2005 dengan Perwal yang mengatur sanksi administrasi. Draf Perwal sedang kami susun untuk diserahkan ke Bagian Hukum Kota Tangerang,” jelas Kaonang.

Ditambahkan Kaonang, pihaknya banyak menerima laporan dari masyarakat yang resah dengan adanya miras di kedai-kedai yang lokasinya banyak usia pelajar. Banyak generasi muda yang beli miras di kedai tersebut.

“Kami mencegah agar tidak terjadi dengan hal-hal2 yang negatif, apalagi di bulan Ramadhan ini umat Islam tengah menjalankan ibadah puasa yang harus terus dijaga kesejukan wilayah,” papar Kaonang.***

• Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed