Kalong Wewe “Obrak-abrik” Apartemen Tempat Prostitusi, Dua PSK Online Diciduk

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Praktek prostitusi online apartemen di wilayah Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang berhasil “diobrak-abrik” Tim Kalong Wewe Gakumda. Dua wanita pekerja seks komersial (PSK) yang biasa di-booking via whatsapp dan melakukan praktek di apartemen tersebut, berhasil diciduk Tim Kalong Wewe Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Jumat malam 14 Mei 2019.

WO dan TDA dua wanita muda kelahiran 2001 itu terciduk tengah melayani tamu di kamar apartemen modernland. WO warga Kenanga, Cipondoh, Kota Tangerang ketika ditanya oleh Tim Kalong Wewe Gakumda mengaku terjun ke dunia hitam itu sejak masih duduk di bangku SMA. Sementara SDA yang beralamat di Cipete, Pinang, Kota Tangerang mengaku melakukan perbuatan nista ini sejak dirinya tak lagi bekerja sebagai sales promotion girl (SPG) di sebuah department store.

WO mengaku menerima bayaran Rp500 ribu, sedangkan TDA baru dibayar Rp300 ribu. Kedua PSK itu menjelaskan sudah terbiasa melakukan praktek prostitusi di apartemen tersebut. Saat diciduk Tim Kalong Wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, kedua kedua PSK usia belasan tahun itu tengah berhubungan badan dengan pria hidung belang masing-masing pasangan mesum.

Operasi penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang Nomor 8 Tahun 2005 Tentang Pelarangan Pelacuran malam itu dipimpin langsung Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang didampingi Kepala Seksi (Kasi) Penegakan Tatang Sumantri, Kasi Hubungan Antar Lembaga (Hubtarga) Ahmad Payumi, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bidang Gakumda beserta staf dan didukung Unit Sabhara Polres Metro Tangerang Kota. Team leader dalam operasi PSK online ini dipercayakan kepada Otong Kosasih.

“Menindak lanjuti laporan dari warga sekitar, kami melakukan pemantauan selama tiga pekan. Atas perintah Kepala Satpol PP Kota Tangerang pak Mumung Nurwana, Jumat malam 14 Juni 2019 ini kami lakukan penggerebekan langsung ke kamar di apartemen dekat mal Metropolis,” ungkap Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang usai melakukan operasi penegakan Perda 8/2005 tersebut.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Kaonang, apartemen tersebut sering dijadikan tempat transaksi prostitusi dengan melibatkan mucikari. Aplikasi online memudahkan pria hidung belang untuk mencari wanita penghibur PSK. Adanya kamar kamar kosong yang disewakan untuk praktek prostitusi 3 jam, 6 jam  atau sampai pagi dari harga Rp150 ribu sampai dengan Rp300 ribu per malam.

Diungkapkan Kaonang dari hasil penegakan Perda malam itu Tim Kalong Wewe Gakumda mengantongi lima barang bukti. Yakni screenshoot chat whatsapp, dokumentasi tidak mengenakan busana, uang hasil transaksi mesum, rekaman dan pengakuan yang bersangkutan.

“PSK di lokasi tersebut harganya bervariatif dari Rp300 ribu sampai Rp1,5 juta. Kami terus-menerus meningkatkan respon terhadap aduan masyarakat dan  menindak segera pelanggar Perda nomor 8 tahun 2005. Kami terus-menerus melakukan penegakan Perda di Kota Tangerang agar tercipta kondisi kota lebih tertib lagi,” papar Kaonang.

Ditegaskannya pula oleh Kaonang, pihaknya akan melakukan penyegelan terhadap apartemen yang dipakai prostitusi. Pemilik atau pengelola apartemen tersebut akan diajukan ke persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang. Sementara itu, kedua PSK remaja yang terciduk Kalong Wewe Gakumda diberi arahan oleh Kabid Gakumda dan dilakukan pendataan, selanjutnya diserahkan kepada Dinas Sosial Kota Tangerang guna dilakukan pembinaan dan rehalibitasi moral.***

• Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed