Beruang Hitam dan Kalong Wewe Lakukan Penertiban

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Dua tim di bawah Bidang Gakumda Satpol PP, di hari yang bersamaan melakukan penindakan terhadap pelanggar Perda Kota Tangerang, Senin 17 Juni 2019. Tim Beruang Hitam melakukan penempelan stiker terhadap reklame luar ruang yang belum membayar pajak. Sedangkan Tim Kalong Wewe menggelar operasj pebertiban bagi anak jalanan (anjal), pengamen dan pengasong di sejumlah perempatan Kota Tangerang.

Reklame luar ruang “bandel” yang ditempeli stiker belum bayar pajak oleh Tim Beruang Hitam berjumlah tiga titik. Seluruhnya berlokasi di sepanjang Jl Hasyim Ashari Kota Tangerang.

Sementara itu anjal, pengamen dan pengasong yang terjaring operasi penertiban Kalong Wewe sebanyak 10 orang. Mereka bahkan ada yang pernah terkena penertiban sebelumnya dan kini terjaring kembali.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang SSos MM menjelaskan, pihaknya melakukan giat penegakan Perda ini berdasarkan tugas pokok dan fungsi serta perintah Kepala Satpol PP, Mumung Nurwana. Untuk giat penempelan stiker terhadap reklame yang belum bayar pajak, Tim Beruang Hitam bersama Dinas Pengelolaan Keungan Daerah (DPKD) Kota Tangerang.

“Bidang Gakumda Satpol PP dengan organisasi perangkat daerah terkait terus membangun sinergisitas untuk menertibkan reklame yang wajib bayar pajak namun bandel tidak mau bayar.
Pajak ini itu merupakan potensi pemasukan pendapatan asli daerah Kota Tangerang,” jelas Kaonang.

Sementara dalam penertiban anjal, pengamen dan pengasong sambung Kaonang, Tim Kalong Wewe Gakumda didampingi Kepala Seksi Hubungan Antar Lembaga (Kasi Hubtarga) Ahmad Payumi, Kasi Penegakan Tatang Sumantri dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

“Perlu terus mencari formulasi yang tepat dalam penanganan anjal, pengamen dan pedagang asongam agar memberikan efek jera. Sehingga setelah ditertibkan dan mendapat pembinaan serta sanksi, mereka idak kembali menjadi pengamen dan pedagang asongan. Berdasarkan hasil pendataan ada beberapa pedagang asongan yang sudah pernah terkena penertiban beberapa waktu lalu namun tetap jualan lagi di lampu merah. Mereka berasal dari luar Kota Tangerang,” papar Kaonang.

Para pengamen dan anak jalanan, tambah Kaonang setelah mendapat pembinaan dari Bidang Bimbingan Masyarakat (Binmas) Satpol PP selanjutnya didata untuk diserahkan ke Dinas Sosial Kota Tangerang guna dilakukan pembinaan lebih lanjut. Terhadap pedagang asongan, Bidang Gakumda membuatkan berita acara penyitaan barang untuk dapat diambil kembali setelah tujuh hari kerja.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed