Tiga Poros Kekuatan Lama Bakal Bertarung di Pilkada Tangsel

TangerangSatu.co.id TANGERANG SELATAN – Sudah sejak lama, kekuatan politik besar di Banten hanya terkonsentrasi pada tiga poros besar, yakni Poros Serang (kubu Ratu Atut Chosiyah), Poros Tigaraksa (kubu Ismet Iskandar), dan Poros Pinang (kubu Wahidin Halim). Maka dengan kondisi demikian, Pilkada Tangerang Selatan (Tsngsel)  mendatang, juga bakal diperebutkan (hanya) dari ketiga kubu tersebut. Demikian diungkapkan Zarkasih Tanjung, penggiat gerakan demokrasi di Banten.

“Wacana menguat di Pilkada Tangsel adalah nama-nama yang merupakan representasi dari ketiga poros besar tersebut,” ujar Tanjung, yang juga pernah aktif di Sekolah Demokrasi, Sabtu pagi 15 Juni 2019.

Misalnya, sambung dia, ada nama Andiara yang merupakan putri dari mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Lalu, ada Intan Nurul Hikmah, putri dari mantan Bupati Tangerang dua periode Ismet Iskandar. Terakhir adalah Suhendar yang dikenal sangat dekat dengan Gubernur Banten saat ini Wahidin Halim, hingga bisa “direpresentasikan” menjadi bagian dari kubu Pinang.

“Dengan situasi itu, serta mengacu pada pengalaman sejumlah Pilkada sebelumnya di Banten, maka saya memprediksi pertarungan sengit hanya akan terjadi pada ketiga poros besar itu,” tandas Tanjung.

Sementara untuk nama-nama calon lainnya kemungkinan hanya akan jadi pendamping, atau bahkan bisa jadi belum tentu maju sebagai kandidat. Sebab bagaimanapun juga, ketiga poros kekuatan itu masih dianggap sebagai kelompok yang memiliki kemampuan untuk memenangkan Pilkada di wilayah Banten.

“Hanya saja saya belum bisa membaca prediksi koalisinya. Bila dilihat dari sejarah, kemungkinan koalisi terjadi antara Poros Serang dengan Tigaraksa agak sulit. Sementara untuk Poros Pinang, rasanya lebih fleksibel,” ujar Tanjung.

Tapi ia menegaskan, hasil koalisi bisa diperkirakan berdasarkan keputusan dari masing-masing orang di belakangnya. “Jadi, kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya ke depan,” tandas pria yang juga pernah aktif di WALHI ini.***

• Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed