Sidang Tipiring, tak Memiliki IMB Adimix Didenda Rp25 Juta

Tangerangsatu.co.id KOTA TANGERANG – Agus Solihin mewakili Adimix yang berlokasi di wilayah Kelurahan Gondrong Kecamatan Cipondoh divonis denda Rp25 juta subsider kurungan tiga bulan dalam sidang tindak pidana ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa 18 Juni 2019. Agus Solihin divonis bersalah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat karena mendirikan bangunan tanpa ijin mendirikan bangunan (IMB).

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang mengatakan pelaksanaan tindak pidana ringan (Tipiring) ini atas perintah Kepala Satpol PP, Mumung Nurwana guna memberi sanksi para pelanggar Perda yang berkekuatan hukum tetap.

Selain Agus Solihin dari Adimix, sidang Tipiring yang dipimpin hakim Serlywati dan jaksa Oktaviandi juga memvonis denda terhadap Jhony penjual minuman keras (miras) serta empat orang penjual obat-obatan keras tanpa ijin yakni Saiful, Juliadi, Muzakir dan Muzir.

Penjual minuman keras, Jhony dalam persidangan tersebut mengaku sebagai wartawan, oleh hakim diganjar hukuman denda Rp2,5 juta subsider kurungan badan tiga bulan. Jhony, oleh hakim dinyatakan bersalah melanggar Perda Kota Tangerang Nomor 7 Tahun 2005 Tentang Pelarangan Pengedaran Minuman Beralkohol.

Sedangkan keempat orang penjual obat-obatan keras tanpa ijin, Saiful, Juliandi, Muzakir dan Muzir masing-masing diganjar hukuman denda Rp1 juta atau tiga bulan penjara. Para penjual obat keras ini untuk mengelabui petugas, mereka melakukan kamuflase berjualan kosmetik. Mereka dinyatakan melanggar Perda 8/2018.

Selesai divonis hakim, keempat penjual obat keras ilegal tersebut tidak langsung membayar denda yang ditimpakan oleh hakim. Akibatnya mereka dijebloskan ke dalam tahanan kejaksaan untuk menjalani hukuman kurungan badan.

“Dari keempat penjual obat-obatan yang belum bisa bayar denda, langsung digiring ke tahanan Kejaksaan Negeri Tangerang. Dalam pelaksanaan sidang Tipiring ini Satpol PP Kota Tangerang didampingi jajaran samping Polres Metro Tangerang Kota, Penyidik Pegawai Negeri Sipil Bidang Gakumda serta PPNS Dinas Kesehatan Kota Tangerang,” jelas Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang.

Diungkapkan Kaonang, jenis obat keras yang dijual oleh para terpidana ringan di antaranya tramadhol, alpazholam dan exymer. Obat keras ini sangat membahayakan anak-anak yang sekarang sudah mulai ada indikasi mengkonsumsi.

Sementara itu di hari yang sama, Tim Beruang Hitam Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang melanjutkan penempelan stiker terhadap reklame luar ruang yang tak mau bayar pajak. Beruang Hitam bersama Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Kota Tangerang mempeli stiker belum bayar pajak sebanyak enam reklame luar ruang di sepanjang Jalan HOS Cokroaminoto di wilayah Kecamatan Ciledug dan Larangan.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed