Masyarakat Mendukung Penyegelan Kedai Miras

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Kendati sudah berulangkali digrebek dan sudah dua kali diseret ke Pengadilan Negeri Kota Tangerang dihadirkan dalam sidang tindak pidana ringan (Tipiring), Habibullah pemikik kedai minuman keras (Miras) di Jl M Toha Kelurahan Nambo Jaya, Kecamatan Karawaci tidak jera. Hasil operasi tangkap tangan Tim Kalong Wewe Bidang Gakumda Satpol PP, kedai milik Habibullah tetap melakukan aktivitas menjual miras.

“Dari hasil penggerebekan Tim Kalong Wewe pada Selasa 18 Juni 2019 didapati barang bukti sebayak 23 botol berbagai jenis dan merk minuman keras. Kedai tersebut kami segel atas perintah Kasatpol PP Kota Tangerang karena sudah berlang kalu melanggar Perda Nomor 7 Tahun 2005 Tentang Pelarangan Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol serta Perda Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat,” jelas Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang kemarin.

Menurut Kaonang, penyegelan terhadap kedai penjual miras yang membandel merupakan terobosan baru Bidang Gakumda dalam penindakan penjualan miras ilegal di Kota Tangerang. Berdasarkan standard operation procedure (SOP) yang baru diharap nanti tidak ada penjual miras yang berkali-kali ditindak disidangkan namun masih tetap berjualan.

“Tindakan penyegelan ini akan diperkuat dengan Perwal. Perwal tengah digodok di Bagian Hukum Pemkot Tangerang. Maka tidak ada yang bisa main-main jual miras ilegal di Kota Tangerang dengan dalih jual jamu dan lain-lain,” tegas Kaonang.

Ditambahkan Kaonang, Tim Kalong Wewe Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang terus-menerus dan konsisten melakukan penegakan Perda serta Perwal agar Kota Tangerang lebih tertib sesuai dengan program Tangerang LIVE. Ia menghimbau kepada masyarakat, bila di lingkungan terdekatnya ada penjual miras, maka tak perlu ragu untuk melaporkan kepada Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang.

“Kami akan segera merespon laporan masyarakat. Ini adalah komitmen Kota Tangerang Akhlaqul Karimah. Miras itu bisa merusak generasi bangsa,” ujar Kaonang.

Pemerhari Tangerang Live, Yahya Suhada menegaskan dirinya sangat mengapresiasi kinerja Kalong Wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang dalam penanganan miras dan penyakit masyarakat yang semakin meningkat. Kendati sering dirazia dan melanggar pernyataan untuk tidak akan menjual miras lagi, namun ada saja yang masih membandel.

Yahya Suhada memandang langkah penyegelan yang diambil Gakumda Satpol PP sudah sangat tepat. Ini adalah tindakan tegas sebagai efek jera terhadap pedagang miras yang masih membandel di wilayah Kota Tangerang. Hal tersebut, kata Yahya seyogianya terus dilakukan terhadap penjual miras yang keras kepala demi meraup keuntungan dengan cara meracuni masyarakat khususnya generasi muda.

“Kondisi masyarakat yang suka meminum minuman beralkohol sangatlah menghawatirkan. Miras telah dikonsumsi berbagai kalangan, bahkan sudah menyasar ke kalangan pelajar. Akibat mengkonsumsi miras tak sedikit yang berujung berbuat kejahatan Kamtibmas di Kota Tangerang. Oleh karena itu, saya meminta pihak yang berwenang bukan saja Gakumda, harus terus gencar melakukan razia miras di wilayah Kota Tangerang,” ungkap Yahya Suhada.

Ketua Komunitas A-0, Ade Budiarsa mengungkapkan sebagai kaum milenial pihaknya memuji kinerja Gakumda Satpol PP dalam memberantas peredaran minuman beralkohol. Dikatakan Ade, dampak keberhasilan ini bukan hanya pada menurunnya penggunaan miras di kalangan masyarakat atau anak muda kota, namun berkorelasi pada menurunnya kriminalitas yang disebabkan oleh miras di Kota Tangerang.

“Selaku Ketua Komunitas Anti Minuman Beralkohol (A-0) Kota Tangerang, kami sangat bangga atas keberhasilan tersebut. Kami yakin masyarakat sangat berharap capaian ke depan dapat melampaui keberhasilan saat ini,” lugas Ade Budiarsa.

Ketua Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Kota Tangerang, Sanrodi Kucay sangat mendukung upaya yang dilakukan Kepala Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang dalam memberantas penyakit masyarakat yaitu miras. Penegakan Perda, kata Kucay harus menjadi acuan dasar yang menguatkan penindakan terhadap mereka yang tetap membandel menjual miras. Pelaku yang menjual bahkan menjadi distributor miras wajib diberikan sanksi tegas.***

• Ateng San

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed