Dijadikan Tempat Pelacuran, Kalong Wewe Segel Kamar Apartemen

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG
Dua kamar di apartemen Modernland disegel Tim Kalong Wewe Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kamis 20 Juni 2019. Tindakan penyegelan itu dilakukan karena kamar tersebut menjadi ajang pelacuran melanggar Perda Kota Tangerang Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat serta Perda Nomor 8 Tahun 2005 Tentang Pelarangan Pelacuran.

“Tim Kalong Wewe Gakumda pada Kamis pagi 20 Juni 2019 melakukan penyegelan dua kamar yang berada di apartement Modernland yaitu kamar nomor BM-05 MB dan BL-08 LH. Kamar apartemen tersebut sebelumnya telah terbukti dipakai praktek prostitusi,” jelas Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang.

Diungkapkan lebih lanjut oleh Kaonang, Setelah disegel, pemilik kamar tersebut akan diajukan ke sidang di Pengadilan Negeri Tangerang. Pengelola apartemen tersebut pun akan dipanggil agar tidak melakukan pembiaran praktek prostitusi dengan membuat pernyataan di atas materai. Bila kelak melanggar kembali maka akan diberikan tindakan tegas sesuai Perda. Penyegelan itu, kata Kaonang atas perintah Kasatpol PP Kota Tangerang, Mumung Nurwana. Kaonang memimpin langsung penyegelan, ia didampingi Kasi Penegakan Tatang Sumantri, Kasi Hubtarga Ahmad Payumi

Sebelumnya, Jumat malam 14 Juni 2019 lalu Tim Kalong Wewe Gakumda telah melakukan operasi tangkap tangan dua wanita pelaku prostitusi online di apartemen Modernland. PSK yang terjaring operasi Kalong Wewe itu usia belasan tahun dengan tarif Rp500 ribu sekali booking sudah termasuk sewa kamar di apartemen tersebut.

Anjal Digaruk
Sementara itu, sebanyak lima orang anak jalanan (anjal), pengamen dan pengasong yang melakukan aktivitas di persimpangan (lampu merah) digaruk Tim Kalong Wewe Gakumda, Jumat 21 Juni 2019 dalam operasi penegakan Perda Nomor 5 tahun 2013. Pengamen dan anjal yang terciduk Kalong Wewe setelah mendapat pembinaan oleh Bidang Binmas Satpol PP selanjutnya didata untuk diserahkan ke Dinas Sosial Kota Tangerang. Sedangkan pedagang asongan dibuatkan berita acara penyitaan barang dagangannya untuk dapat diambil kembali setelah tujuh hari kerja.

Dikatakan Kaonang, perlu terus mencari formulasi yang tepat dalam penanganan anjal, pengamen dan pengasong guna memberikan efek. Sehingga setelah ditertibkan dan mendapat pembinaan serta sangsi mereka tidak menjadi pengamen dan pedagang asongan kembali.

“Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang terus-menerus dan konsisten melakukan penegakan Perda serta Perwal agar Kota Tangerang lebih tertib. Penegakan Perda 8 tahun 2005 dan Perda 8/2018 dan Perda lainnya terus digencarkan agar masyarakat Kota Tangerang benar-benar merasakan ketentraman dan ketertiban di Kota Tangerang,” tegas Kaonang.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed