Mumung Nurwana Akui Penegakan Perda PKL Belum Tuntas

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Lima tahun lima bulan menjabat Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang, terhitung 1 Juli 2019 Mumung Nurwana mengakhiri masa bhaktinya sebagai aparatur sipil negara (ASN). Bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke 60, Selasa 25 Juni 2019 ia berpamitan kepada Walikota Tangerang, Arief Rachadiono Wismansyah dan Wakil Walikota Sachrudin serta seluruh jajaran Satpol PP. Acara itu juga bersamaan dengan halal bihalal keluarga besar Satpol PP Kota Tangerang.

Dalam pidatonya, pria berkumis itu menegaskan selama bertugas di Satpol PP telah banyak capaian yang diraih untuk ketertiban dan ketentraman masyarakat Kota Tangerang. Namun di sisi lain Mumung mengakui masih ada tugas yang belum diselesaikan maksimal yakni mengenai penertiban atau penegakan Perda mengenai pedagang kaki lima (PKL).

Di pengujung masa bhaktinya sebagai ASN ia juga berpesan kepada para anggota Satpol PP untuk senantiasa melaksanakan tugas dengan baik. Menurutnya, pekerjaan yang baik pasti akan menuai penghasilan yang baik pula.

Sementara itu Walikota Tangerang, Arief Rachadiono Wismansyah yang hadir bersama Wakil Walikota Tangerang Sachrudin dan sejumlah kepala organisasi perangkat dinas (OPD) menegaskan semua ASN pasti akan bertemu ujung pengabdian. Tapi yang penting, menurut Arief Rachadiono Wismansyah adalah dalam mengakhiri pengabdian itu ada kesan baik di masyarakat.

“Pak Mumung telah meninggalkan hal yang baik terhadap kemajuan Kota Tangerang,” puji Walikota Tangerang, Arief Rachadiono Wismansyah.

Walikota tak memungkiri, dalam masa tugas hingga berakhir pensiun, masih ada pekerjaan yang belum dituntaskan. Pembenahan PKL di Kota Tangerang menurut Arief merupakan tugas yang masih perlu diselesaikan pada masa mendatang.

Diungkapkan walikota, tugas di Satpol PP ini merupakan kolektif kolegial. Jadi harus semua jajaran saling menunjang.

Dedikasi Mumung Nurwana, menurut walikota bukan hanya kepada Satpol PP semata tetapi juga kepada Kota Tangerang. Maka itu ia minta kepada Mumung agar jangan sungkan untuk terus memberikan kontribusinya kepada Kota Tangerang.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed