Kamar Apartemen Dijadikan Tempat Pelacuran, Pemilik Divonis Denda Rp2 Juta

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG –– Pemilik dua kamar apartemen di Kelurahan Kelapa Indah Kecamatan Tangerang, Iha (44 th) dikenakan hukuman denda Rp2 juta oleh hakim Muhammad Irfan dan jaksa M Erlangga dalam sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis pagi 27 Juni 2019.

Bersamaan denga Iha, Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang mengajukan pula 20 pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di badan jalan Kerajinan dan Daan Mogot, Kota Tangerang.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Tangerang, Mumung Nurwana memerintahkan kepada Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (Bidgakumda) untuk melaksanakan sidang Tipiring ini.

Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang memberikan mandat pelaksanaan Tipiring ini kepada Kepala Seksi (Kasi) Penegakan, Tatang Sumantri didampingi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bidang Gakumda dan unsur Polres Metro Tangerang Kota.

Dalam sidang Tipiring itu, hakim Muhamnad Irfan menegaskan bahwa Iha sebagai pemilik kamar apartemen telah melanggar Perda Kota Tangerang Nomor 8 Tahun 2005 Tentang Pelarangan Pelacuran.

Pasalnya, Jumat malam 14 Juni 2019 lalu Tim Kalong Wewe Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang memergoki kamar milik Iha dijadikan tempat pelacuran. Dua pekerja seks komersial (PSK), WO dan TDA terciduk Kalong Wewe tengah berhubungan badan melayani pria hidung belang.

Sementara itu 20 orang PKL yang terjaring operasi Tipiring Tim Kalong Wewe Gakumda oleh hakim diganjar hukuman denda masing-masing Rp100 ribu atau kurungan badan selama tiga hari.

Para PKL itu, kata hakim Muhammad Irfan dalam persidangan, melanggar Perda Kota Tangerang Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat. Hakim Muhammad Irfan menegaskan sanksi hukuman ini agar menimbulkan efek jera bagi para pelanggar.

Kepada para PKL yang terjaring operasi Tipiring, hakim mengingatkan agar jangan mengulangi aktivitas usaha yang melanggar Perda. Bila kemudian hari terjaring kembali, maka sanksinya akan lebih berat. “Ini harus jadi efek jera,” tegas hakim Muhammad Irfan.

Sementara itu Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang mengungkapkan pihaknya terus menerus gencar menegakkan Perda dan Perwal Kota Tangerang. Terhadap mereka yang melanggar, Bidang Gakumda akan meneruskan perkaranya ke pengadilan untuk disidangkan. Sehingga, kata Kaonang penindakan terhadap pelanggar Perda berdasarkan vonis hakim yang berkekuatan hukum tetap.

“Kami terus menjalankan amanah Perda ini agar Kota Tangerang menjadi lebih tertib dan tenteram. Kami melakukan pencegahan dan penindakan Perda secara humanis, tegas, berintegritas dan profesional. Ini kami lakukan agar masyarakat mau mentaati semua aturan yang ada di Kota Tangerang ini,” ungkap Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed