FK UPH Bersama Kemenristekdikti Adakan Kuliah 3D Eksplorasi Kehebatan Otak Manusia

TangerangSatu.co.id JAKARTA – Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FK UPH) bersama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyelenggarakan 3D Cinema Lecturer mengangkat topik ‘Eksplorasi Kehebatan Otak Manusia Dan Penyakit Yang Mengancam’ di Cinemaxx Studio 3, Lt. 5 Plaza Semanggi, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh Menteri Ristekdikti, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak., dan pejabat Kemenristekdikti, Rektor UPH Dr. (Hon) Jonathan L. Parapak, M. Eng. Sc., juga rektor beserta dekan dan mahasiswa kedokteran dari beberapa universitas di Jakarta. Kuliah umum 3D ini dihadiri lebih dari 200 undangan yang memenuhi studio 3 Cinemaxx.

Kuliah dalam tayangan 3D ini disampaikan langsung oleh Dekan FK UPH Prof. Dr. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono, Sp.Bs., Ph.D., memaparkan kehebatan otak yang memiliki dua sistem yang menakjubkan. Pertama brain plasticity atau kemampuan otak untuk re-organisasi setelah mengalami cedera atau setelah mengalami sakit. Kedua adalah blood brain barrier, kemampuan otak untuk menghadang racun atau obat yang berbahaya agar tidak masuk ke otak.

Dalam kesempatan ini Prof. Eka juga menjelaskan berbagai kasus yang pernah ia tangani serta pemaparan penyebab dan beragam jenis penyakit yang menyebabkan kerusakkan otak. Secara live, Prof. Eka juga berbagi cara teknik bedah saraf yang ia lakukan dalam menangani kasus tersebut. Tentunya penjelasan dilengkapi dengan video 3D bedah saraf yang ia lakukan, sehingga para peserta seakan-akan menyaksikan secara langsung proses bedah saraf tersebut.

Dari seluruh kuliah umum ini, satu hal yang menjadi fokus bagi Prof. Eka mengapa kuliah ini menjadi begitu penting.

Dalam kuliah umum tersebut Prof. Eka menegaskan ‘Time is Brain’, artinya jangan sampai terlambat, mengatasi terjadinya permasalahan yang ada di otak, contohnya Stroke. Prof. Eka juga mengingatkan pentingnya melakukan check-up sejak dini di rumah sakit yang kompeten tentunya sangat penting, sehingga jika terjadi kelainan dapat ditangani sejak awal.

Selain itu bagi semua calon dokter, kuliah umum ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan, tapi untuk memberi stimulus bagi para mahasiswa dapat mandiri untuk lebih meng-eksplorasi otak dan mampu menjadi dokter yang berkualitas.

Di kesempatan tersebut Menristekdikti mengapresiasi apa yang sudah di lakukan FK UPH dan mendorong universitas lainnya untuk berkolaborasi dan menghasilkan materi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan, metode pembelajaran seperti ini proses pembelajaran bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Sehingga terwujudnya sistem pembelajaran Class Roomless bahkan Borderless. ***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed