Anak Jalanan dan Penjual Miras Digaruk Kalong Wewe

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Dalam satu hari, Kalong Wewe Gakumda melakukan dua kali operasi penegakan Perda, Rabu 3 Juli 2019. Pagi hari, Kalong Wewe menggaruk 10 anak jalanan, pengemis, pengamen dan pemgasong di sekitaran Jl Sudirman. Sementara siang menjelang petang, Kalong Wewe Gakumda melakukan penggerebekan ke sejumlah kios penjual minuman keras (miras) di dua wilayah, yakni di Keluraham Nambo Jaya Kecamatan Karawaci dan Kelurahan Kedaung Baru Kecamatan Neglasari. Dalam operasi penggrebekan kios miras ini berhasil disita sebanyak 68 botol berbagai merk.

Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang terus menggencarkan penegakan Perda. Dengan jumlah personil yang tidak maksimal namun mampu menghasilkan kerja yang maksimal dan efektif. Sebagai garda terdepan dalam penegakan Perda, Bidang Gakumda tak jarang bertugas tak kenal waktu.

“Hari ini kami bergerak dua kali. Pagi kami melakukan penertiban anak jalanan, pengemis, pengamen dan pengasong. Siang sampai petang kami bergerak kembali melakukan operasi miras. Kami bergerak ini didukung Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan staf Gakumda,” jelas Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang.

Diterangkan lebih lanjut oleh Kaonang, ada kedai miras di Kedaung Baru Kecamatan Neglasari yang pernah disidang Tiripiring, namun kini kedapatan mengulang kembali jual miras. Seluruh penjual miras yang digerebek hari ini (Rabu 3/7) akan diajukan ke Pengadilan Negeri Tangerang untuk disidangkan pelanggarannya. Khusus terhadap penjual miras yang pernah ditindak dan disidangkan, maka kiosnya, kata Kaonang akan dilakukan penyegelan.

“Kami akan segel kios miras yang pernah ditindak namun tetap membandel jualan miras. Ini kami lakukan tindakan tegas agar mereka jera dan berhenti jualan miras. Sebab miras ini merusak generasi bangsa. Banyak tindak kejahatan timbul akibat miras. Penjual miras ini melanggar Perda 7 tahun 2005 dan Perda 8/2018,” jelas Kaonang.

Anak Jalanan Digaruk
Wajah dan anggota tubuhnya penuh tato. Tampang menyeramkan. Mengamen dan mengemis di persimpangan jalan merupakan aktivitas sehari-hari mereka. Sri Anisa, Sauki Rico Arabi dan M Diki, tiga anak jalanan yang tergaruk operasi penertiban oleh Tim Kalong Wewe Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Rabu 3 Juli 2019. Sauki Rico Arabi dan M Diki merupakan bersaudara kakak beradik. Mereka terjaring bersama para pengamen dan pengasong yang tengah melakukan aktivitas di lampu merah Jl Sudirman – Jl Daan Mogot Kota Tàngerang.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang menegaskan mereka yang terjaring operasi penertiban Tim Kalong Wewe Gakumda ini adalah pelanggar Perda Kota Tangerang Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat. Para pelanggar Perda tersebut selanjutnya didata oleh staf Gakumda.

Bagi pengasong yang yang pernah terjaring operasi, maka barang dagangannya disita selama 30 hari kerja. Sedangkan anak jalanan, pengemis dan pengamen setelah didata selanjutnya diserahkan kepada Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan agar mereka tidak kembali melakukan aktivitasnya di persimpangan lampu merah.

“Kami terus melakukan operasi penertiban di jalanan secara berkelanjutan. Ini adalah amanah Perda Kota Tangerang yang harus kami tegakkan,” jelas Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang.

Diterangkannya, Kalong Wewe Gakumda senantiasa menjalankan tugas dengan mengedepankan prinsip humanis, profesional, tegas dan berintegritas. Pihaknya sangat menjunjung tinggi rasa kemanusiaan. Namun demikian kata Kaonang, ia mengajak seluruh maayarakat untuk terus taat aturan dan hukum.

“Kita semua sangat menginginkan Kota Tangeramg ini nyaman, tenteram dan tertib. Silahkan masyarakat melakukan aktivitas kesehariam namun jangan melanggar rambu hukum,” ujar Kaonang.

Dalam penertiban anak jalanan, pengemis, pengamen dan pengasong ini dipimpin langsung Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang didampingi Kepala Seksi (Kasi) Penegakan Tatang Sumantri, Kasi Hubungan Antar Lembaga (Hubtarga) Ahmad Payumi serta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed