Empat Bangunan Langgar Perda Disegel Paku Bumi Gakumda

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Tim Paku Bumi Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang menyegel empat bangunan di sejumlah wilayah kota, Kamis 4 Juli 2019. Bangunan yang disegel yakni satu gedung sekolah dan satu bengkel mobil di wilayah Kelurahan Pondok Pucung Kecamatan Karang Tengah, satu bangunan di perumahan Banjar Wijaya Kecamatan Cipondoh dan satu kedai minuman keras di Kedaung Baru Kecamatan Neglasari. Di Banjar Wijaya, karena bangunan sudah disegel namun masih tetap melangsungkan proses pembangunan, maka Tim Paku Bumi Gakumda melakukan penyitaan sejumlah alat kerja dan proses pengerjaan dihentikan.

Menurut Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang bangunan yang disegel Tim Paku Bumi Gakumda tersebut melanggar sejumlah Perda Kota Tangerang. Yakni Perda nomor 8 tahun 2018 tentang Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, Perda nomor 17 tahun 2011 tentang Retribusi Perijinan Tertentu, Perda nomor 3 tahun 2012 tentang Bangunan Gedung dan Perda nomor 6 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tangerang.

“Sebagai aparatur Pemerintah Kota Tangerang, kami melakukan penyegelan ini sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Kami melakukan penegakan Peraturan Daerah Kota Tangerang,” jelas Kaonang.

Mengenai gedung sekolah yang disegel, jelas Kaonang pasalnya bangunan tersebut menyalahi aturan. Yang pertama tidak mempunyai ijin alih fungsi dari rumah menjadi sekolah. Kedua, sambung dia, tidak memiliki ijin mendirikan bangunan (IMB).

“Ini kan awalnya rumah dan berada di perumahan, kemudian dibangun dijadikan gedung sekolah. Jadi mesti memiliki ijin alih fungsi dan IMB. Karena tidak memiliki dua ijin itu, maka kami segel,” jelas Kaonang didampingi Kepala Seksi Hubungan Antar Lembaga (Kasi Hubtarga) Ahmad Payumi, Kasi Penegakan Tatang Sumantri dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bidang Gakumda.

Ketua RT 05/06 Kelurahan Pondok Pucung Kecamatan Karang Tengah, Adi Irianto mengungkapkan bahwa warga di lingkungan tersebut sudah lama mengeluhkan adanya bangunan rumah yang dijadikan gedung sekolah tanpa ada ijin alih fungsi dan IMB. Dikatakannya, warga telah telah mengajukan surat protes dengan dibubuhi tandatangan.

“Warga di sini telah lama mengeluh, sejak tahun 2013. Sebab gedung sekolah ini tidak ada ijin alih fungsi dan IMB. Ini bukan keinginan saya pribadi, melainkan permintaan warga. Saya sebagai RT hanya menyambungkan keluhan warga kepada Pemerintah Kota Tangerang,” jelas Adi Irianto.

Dijelaskannya, setelah sekian tahun warga mengeluh, hari ini direspon Pemerintah Kota Tangerang dengan melakukan penyegelan. Ia menegaskan agar semua pihak taat hukum dan taat aturan dan menjaga ketentraman ketertiban masyarakat.

Penyegelan gedung sekolah oleh Tim Paku Bumi Gakumda Satpol PP Kota Tangerang itu didampingi Kapolsek Ciledug Komisaris Polisi Supiyanto disertai Bhabinkamtibmas, Tramtib Kecamatan Karang Tengah, Sekretaris Kelurahan Pondok Pucung Boby Ertanto serta Ketua RT setempat.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed