Komunitas A-0 Dukung Kalong Wewe Perangi Peredaran Miras di Kota Tangerang

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Komunitas Anti Minuman Beralkohol A-0 (A Min Nol) sangat mengapresiasi kerja Kalong Wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang yang telah menindak tegas para pemilik kedai miras di seluruh Kota Tangerang. Tindakan tegas ini agar para penjual miras jera dan tidak mengedarkan/menjual miras di Kota Tangerang.

“Sebagai Kota Akhlakul Karimah tentunya alkohol tidak memiliki tempat di sini. Hal ini penting agar generasi muda dapat terhindar dari bahaya minuman beralkohol. Mari kita perangi pered,” ujar Ketua Komunitas A-0, Ade Budiarsa Sastrawinata di Neglasari, Jumat siang 5 Juli 2019.

Lebih lanjut Ade Budiarsah mengungkapkan pemberantasan minuman beralkohol merupakan bentuk nyata komitmen Komunitas A-0 sebagai pengawal Perda Kota Tangerang nomor 7 tahun 2005 tentang Pelarangan Pengedaran Minuman Beralkohol. Ke depan, kata Ade Budiarsa, Komunitas A-0 akan terus bermitra dengan Satpol PP Kota Tangerang dalam menginvestigasi, mensupervisi peredaran minuman beralkohol.

“Saat ini kami membuka pengaduan secara langsung maupun secara online dari masyarakat mengenai maraknya penggunaan dan peredaran minuman beralkohol. Peran masyarakat dalam membantu pemberantasan minuman beralkohol bukti bahwa minuman tersebut tidak memiliki tempat di Kota Akhlakul Karimah,” papar Ade Budiarsa Sastrawinata.

Kapok Jualan Miras
Setelah disegel tempat usahanya oleh Kalong Wewe Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, akhirnya Jefrinaldi pemilik kedai minuman keras (miras) di Jl M Toha RT 02 RW 01 Kelurahan Nambo Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang kapok jual miras. Jefrinaldi membuat surat pernyataan di atas materai yang menyatakan tidak akan mengulangi menjual miras.

Jefrinaldi menandatangani surat pernyataan itu setelah dilakukan musyawarah antara pihak Satpol PP dengan dirinya yang disaksikan pihak kelurahan Nambo Jaya, Ketua RW dan RT setempat. Musyawarah tersebut digelar di ruang aula Satpol PP Kota Tangerang, Jl Daan Mogot, Kamis 4 Juli 2019.

Hadir dalam kesempatan itu Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang Kaonang, Kepala Seksi Hubungan Antar Lembaga (Kasi Hubtarga) Ahmad Payumi, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bidang Gakumda Saprudin, staf Kelurahan Nambo Jaya Mat Yatim, Ketua RW 01 Kelurahan Nambo Jaya Suhanda dan Ketua RT 02/01 Nambo Jaya Uci Sanusi serta pemilik kedai Jefrinaldi.

Jefrinaldi, pemilik kedai tersebut membuat pernyataan tidak akan menjual miras kembali. Bila mana dirinya mengulangi perbuatan tersebut, maka ia akan diproses hukum sesuai Perda yang berlaku di Kota Tangerang.

Ketua RW 01 Kelurahan Nambo Jaya, Kecamatan Karawaci, Suhanda mengaku sangat mengapresiasi sikap yang dilakukan pemilik kedai miras tersebut. Menurutnya, Jefrinaldi telah menyadari aktivitas usahanya itu menimbulkan keresahan warga dan melanggar Perda.

“Saya sangat setuju adanya musyawarah ini. Di lingkungan kami kini sedang digalakkan kepada masyarakat mengenai anti minuman alkohol. Pak lurah memerintahkan semua warga untuk mengontrol lingkungannya. Musyawarah ini sangat bagus,” jelas Ketua RW 01Kelurahan Nambo Jaya, Suhanda yang didampingi Ketua RT 01/02 Kelurahan Nambo Jaya, Uci Sanusi.

Mat Yatim staf pelayanan Kelurahan Nambo Jaya yang hadir menjadi saksi dalam musyawarah tersebut mengatakan pihak kelurahan sangat mengapresiasi sikap Jefrinaldi yang telah membuat pernyataan untuk tidak menjual miras. Kesadaran Jefrinaldi untuk tidak menjual miras sangat didukung warga setempat.

“Sebelumnya warga sangat resah adanya kedai miras itu. Kini Jefrinaldi sebagai pemilik kedai telah berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya yang dilarang agama dan melanggar Perda,” jelas Mat Yatim.

Setelah Jefrinaldi menandatangani surat pernyataan tersebut, maka kedai jamu yang disegel Bidang Gakumda Satpol PP hari itu juga langsung dicopot oleh Tim Kalong Wewe. Maka dengan demikian Jefrinaldi dapat membuka usahanya kembali namun tanpa menjual miras.

Sementara itu kendati sudah dua kali diseret ke Pengadilan Negeri Tangerang dihadirkan dalam sidang tindak pidana ringan (Tipiring) dan digrebek Kalong Wewe Gakumda sebanyak tiga kali, ternyata tidak membuat Apri jera untuk menjual minuman keras di kedai jamu miliknya. Selang dua hari setelah digrebek Kalong Wewe Gakumda, Jumat pagi 5 Juli 2019 Apri kedapatan kembali di kedainya menjual miras, ia membangkang.

Tim Kalong Wewe mendapati miras milik Apri tak hanya di kedai di Jl Iskandar Muda Kelurahan Kedaung Baru Kecamatan Neglasari, di rumah kontrakannya yang tak jauh dari kedai pun ditemukan beberapa kardus minuman haram yang merusak masyarakat tersebut. Penggrebekan dan penyitaan miras oleh Kalong Wewe tak membuat Apri kapok.

“Kepada kami Apri mengaku kalo ga jualan miras, keluarganya ga makan. Saya tegaskan kepada dia, masih banyak usaha yang halal dan baik. Sampai kapan pun kalau masih jualan miras di Kota Tangerang maka akan diberantas,” jelas Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang SSos MM, Jumat pagi 5 Juli 2019 usai penggrebekan dan penyegelan kedai miras milik Apri.

Ditambahkan Kaonang, penjual miras Apri ini sudah empat kali digrebek dan dua kali disidangkan dalam sidang Tipiring di Pengadilan Negeri Tangerang. Apri tetap membandel dan membangkang. Ia terus menjual miras tanpa ijin.

“Jumat pagi ini, Apri kami tindak tegas. Kios tempat jualan miras kami segel karena sudah empat kali digrebek kedapatan jual miras di kedainya. Aktivitas usaha Apri ini melanggar Perda 7/2005 tentang Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohol dan Perda 8/2018 tentang Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat,” ungkap Kaonang.

Lebih jauh Kabid Gakumda Satpol PP menerangkan, dampak dari miras ini sangat berbahaya dan merusak moral maayarakat. Tak sedikit pelaku tindak kejahatan karena pengaruh dari miras. Bukan hanya itu, anak usia sekolah pun banyak yang rusak akibat mengkonsumsi miras.****

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed