Lima PSK Diciduk Kalong Wewe

TangerangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Lima pekerja seks komersial (PSK) yang kerap mangkal di Jl Otista – Gerendeng, Wisma PKPN Jl Aria Santika dan di Manis Jl Gatot Subroto (Perbatasan Kota Tangerang – Kabupaten Tangerang) diciduk Tim Kalong Wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang dalam operasi penegakan Perda nomor 8 tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran, Sabtu dinihari 6 Juli 2019.

Operasi penegakan Perda 8/2005 ini dipimpin langsung Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang SSos MM didampingi Kepala Seksi Penegakan, Tatang Sumantri SIP dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil serta staf Bidang Gakumda Satpol PP. Menurut Kaonang, pihaknya merespon aduan masyarakat yang resah terhadap adanya aktivitas PSK di sejumlah tempat di Kota Tangerang Akhlaqul Karimah.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Kaonang, target penindakan pertama yakni PSK yang mangkal di Jl Otista – Gerendeng, Karawaci. Di kawasan yang berdekatan dengan penginapan kelas melati ini Tim Kalong Wewe Gakumda menjaring tiga PSK, Amb, Am dan Yul.

Target penindakan kedua di wilayah Manis Kecamatan Jatiuwung, Jl Gatot Subroto perbatasan Kota Tangerang – Kabupaten Tangerang. PSK yang terjaring yakni Nung. Sementara satu PSK eks rehabilitasi Pasar Rebo,  Mirna saat hendak dijaring melarikan diri.

Target penindakan ketiga Wisma PKPN di Jl Aria Santika, Kecamatan Karawaci.
PSK yang diciduk Mita. Saat dilakukan operasi penegakan Perda 8/2005 di Wisma PKPN ini ada PSK yang melarikan diri, Nining eks rehabilitasi Pasar Rebo.

“Kami juga mengamankan dua unit kendaraan roda dua, uang Rp 237 ribu dan handphone. Kelima PSK yang terkena operasi penegakan Tim Kalong Wewe tersebut selanjutnya diserahkan ke Dinas Sosial Kota Tangerang untuk dapat direhabilitasi,” ungkap Kepala Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang, Sabtu subuh 6 Juli 2019 usai pelaksanaan operasi penegakan Perda 8/2005.

Dikatakan Kaonang, Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang terus-menerus dan konsisten melakukan penegakan Perda serta Perwal agar Kota Tangerang lebih tertib. Pekan depan, sambung Kaonang pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pengelola Wisma PKPN guna membuat pernyataan, bila nanti ada proses pembiaran praktek pelacuran di tempat tersebut, maka pengelolanya bisa diajukan untuk dipidanakan dan wisma itu bisa disegel.

Pemerhati Tangerang LIVE, Yahya Suhada mengapresiasi Kalong Wewe Gakumda yang terus memberantas penyakit masyarakat di Kota Tangerang Akhlaqul Karimah. Menurut Yahya Suhada ketegasan penegak Perda dan partisipasi masyarakat dalam melaporkan kondisi gangguan Kamtibmas merupakan kolaborasi yang bagus dalam mewujudkan program LIVE Kota Tangerang.

“Penyakit masyarakat seringkali kambuh dan terus berkembang sejalan dengan lalainya pengawasan dan tindakan. Saya bersyukur dengan adanya inovasi dan gebrakan Gakumda Kota Tangerang yang secara kontinyu melakukan penindakan terhadap pelanggar Perda. Pada akhirnya Kota Tangerang akan selalu meletakkan pondasi Akhlaqul Karimah dalam setiap pembangunan,” papar pemerhati Tangerang LIVE, Yahya Suhada.***

• Ateng San

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed