Merokok di Kantor Kelurahan Terciduk Kalong Wewe, 202 Botol Miras Disita

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Kendati di sekitaran kantor kelurahan terpampang papan “Dilarang Merokok, Perda Nomor 5 Tahun 2010” namun masih ada saja pegawai Pemerintah Kota Tangerang yang menabrak peraturan tersebut. Adalah DW, salah satu kepala seksi di kantor Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang selasa pagi 9 Juli 2019 terciduk Tim Kalong Wewe Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang tengah asyik menghisap rokok sembari ngopi di halaman kantor kelurahan tersebut.

Saat DW mengetahui yang datang adalah Tim Kalong Wewe Gakumda, ia segera mematikan rokok yang tengah dihisapnya dan membuang puntung ke pinggir pagar. Perbuatan DW itu ternyata terlihat oleh Tim Kalong Wewe Gakumda yang tengah melakukan penegakan Perda 5/2010 ke sejumlah kantor kelurahan di wilayah kecamatan Pinang.

“Pagi hari ini kami melaksanakan tugas penegakan Perda 5/2010 Tentang Kawasan Tanpa Rokok. Setiap orang wajib tidak merokok di tempat atau area yang dinyatakan sebagai kawasan tanpa rokok kecuali di tempat khusus yang disediakan untuk merokok,” jelas Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum  Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang di tengah pelaksanaan giat tersebut, Selasa 9 Juli 2019.

Dalam penegakan Perda tersebut, Tim Kalong Wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang dipimpin langsung Kabid Gakumda, Kaonang didampingi Kasi penegakan Tatang Sumantri, Kasi Hubtarga Ahmad Payumi dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Tim Kalong Wewe Gakumda menyisir kantor Kelurahan Cipete, kantor Kecamatan Pinang, kantor Puskesmas Kunciran Baru, kantor Kelurahan Kunciran, kantor Kelurahan Pinang dan kantor Kelurahan Neroktog.

“Pelanggar yang tertangkap tangan selanjutnya akan mendapatkan pembinaan dari kepegawaian agar tidak merokok di ruang publik yang dilarang merokok,” terang Kaonang.

Usai melakukan penegakan Perda 5/2010, Tim Kalong Wewe langsung bergerak menggerebek kios minuman keras di wilayah Kelurahan Larangan Utara Kecamatan Larangan, Jl Hasyim Ashari Kelurahan Pinang — pinggir jembatan Kali Angke — Kecamatan Pinang dan di Kelurahan Cipondoh Kecamatan Cipondoh. Meskipun secara jumlah personil Bidang Gakumda ini minimalis, namun hasil kerja mereka jauh lebih maksimal. Bak pribahasa, sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Demikian yang dilakukan Kalong Wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, sekali bergerak, mereka berhasil melaksanakan dua penegakan Perda. Dalam penegakan Perda yang kedua hari itu, Kalong Wewe berhasil menyita 202 botol miras berbagai merk dari dua kios berbeda lokasi.

Target operasi miras pertama yakni kios kelontong Kofifah di Jl Hamka – Larangan Utara Kecamatan Larangan. Di kios milik Irwan ini Kalong Wewe menemukan berbagai merk miras sebanyak 110 botol. Warga sekitar merasa resah atas aktivitas kios kelontong itu yang menjual miras. Mereka sering melihat petugas penertiban dari Kecamatan Larangan melakukan penyitaan. Namun ajaibnya, kedati telah berulang dilakukan penggerebekan oleh aparat kecamatan, kios tersebut tetap menjual miras.

“Kami menerima laporan dari warga bahwa kios kelontong tersebut menjual miras dalam jumlah banyak. Tiap sore sampai malam banyak pembeli miras yang belanja ke kios itu. Sesungguhnya warga resah terhadap aktivitas kios itu yang menebarkan penyakit masyarakat. Hari ini kami tindak. Seluruh miras yangvada di kios itu kami sita. Pemilik kiosnya akan kami bawa ke pengadilan untuk disidangkan dalam sidang Tipiring. Nanti bila naaih tetap jualan miras, maka kios itu akan kami segel,” tegas Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang.

Selesai dari Larangan, Tim Kalong Wewe bergerak ke Jl Kali Sipon RT 03 RW 12 Kelurahan Cipondoh Kecamatan Cipondoh. Di rumah nomor 146 yang terdapat kios kelontong ini Tim Kalong Wewe lagi-lagi menemukan puluhan botol miras berbagai merk disembunyikan di dalam laci ruang tamu. Pemilik kios di Jl Kali Sipon – Cipondoh ini tahun lalu pernah digiring ke sidang Tipiring di Pengadilan Negeri Tangerang.

“Kami ingatkan, bila masih tetap membandel jual miras, maka kiosnya akan kami lakukan penyegelan. Segel tidak akan dibuka jika pemiliknya tidak membuat surat pernyataan di atas materai yang menyatakan tidak berhenti jualan miras,” ungkap Kaonang.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed