Lahan Kemenkumham Tak Terurus, Oknum Liar Merajalela

Lahan Kememkumhan Tak Terurus, Oknum Liar Merajarela

Setelah sindiran Menkumham Yasonna Laoly kepada Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, yang katanya kurang ramah dengan Menkumkam terkait perizinan pembangunan gedung.

Banyak warga Kota Tangerang menunjukkan kekecewaannya. Tak sedikit dari mereka mengungkap kasus-kasus oknum di lahan Kemenkumham.

Seperti Suyadi (62) warga Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang yang mengungkapkan bahwa sepanjang jalan Pasar Tanah Tinggi hingga menuju Taman Gajah banyak oknum-oknum liar yang mengutip uang kepada para pedagang.

“Ya,… Makanya sepanjang jalan itu terlihat kumuh dan berantakan. Saya kurang paham preman atau ada orang bawah dari Kemenkumham yang menarik biaya sewa disitu. Tapi yang saya tahu itu para pedagang dan parkir 24 jam itu bayar,” ungkap Suyadi.

Ia pun menjelaskan, adanya lahan kosong yang kini dipergunakan parkir mobil pemberat. Lokasi tersebut juga termasuk dalam transaksi sewa ilegal yang ia ketahui sebagai penduduk sekitar Tanah Tinggi.

“Di sepanjang jalan itu kan juga ada tuh parkir ilegal pinggir jalan dan bengkel-bengkel. Sama, itu semua juga setor ke Lapas, tapi siapa siapanya saya kurang tau,” katanya.

Hal senada dikatakan seorang pedagang mie rebus dan rokok di kawasan Taman Elektrik samping Masjid Raya Al Azhom. Ia menceritakan setiap tahunnya ia melakukan setoran biaya sewa lapak dagangnya sekitar Rp2 juta rupiah.

“Gak ada yang gratis, inikan lahan Lapas. Setiap tahun saya bayar ke Lapas langsung. Sama, semua pedagang di sini juga bayar tapi kalo harganya beda atau sama saya kurang tahu,” ucapnya.

Diketahui, sebagian lahan yang sudah sangat kumuh dan terbengkalai telah dijaga Pemerintah Kota Tangerang dengan membangun sejumlah fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.

Namun, sebagian lahan yang masih tak terurus dan tak jelas kegunaannya. Sudah dimanfaatkan oknum atau sekelompok orang untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah secara ilegal dengan rentang waktu yang sudah cukup lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed