Bangunan Resevoir PDAM TKR Disegel Tim Paku Bumi

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Proyek pembangunan resevoir (penyimpanan air) milik PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang di Jl Perintis Kemerdekaan disegel Tim Paku Bumi Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Jumat 12 Juli 2019. Penyegelan itu dilakukan karena resevoir itu belum memiliki ijin mendirikan bangunan (IMB).

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang SSos MM menegaskan sebelum dilakukan penyegelan pihaknya telah mengingatkan secara lisan kepada pelaksana proyek tersebut, Arifin di lokasi.

“Pengalian pembuatan resevoir PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang belum memiliki ijin melanggar tiga Perda. Yakni Perda nomor 17 tahun 2011 tentang Retribusi Perijinan Tertentu, Perda nomor 6 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tangerang dan Perda nomor 8 tahun 2018 tentang Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat,” ungkap Kepala Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang.

Penyegelan proyek resevoir tersebut, sambung Kaonang atas perintah Pelaksana Tugas  (Plt) Kepala Satpol PP Kota Tangerang. Proses penyegelan tersebut, kata dia berjalan aman dan kondusif.

“Pada saat di lokasi, Tim Paku Bumi didampingi Kasi Penegakan Tatang Sumantri, Kasi Hubtarga Ahmad Payumi, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan staf Bidang Gakumda. Kami sampaikan kepada petugas di proyek tersebut bila masih melakukan aktivitas pengerjaan konstruksi maka peralatan kerja akan disita,” terang Kaonang.

Bukan hanya itu, ditegaskan pula pihak kontraktor proyek itu akan dibawa ke Pengadilan Negeri Tangerang untuk disidangkan dalam tindak pidana ringan.
Dijelaskan Kaonang, papan segel yang melekat di proyek tersebut berkuatan hukum, bila sengaja dirusak ancaman pidana selama 2 tahun 8 bulan.

Setelah penyegelan ini, kata Kaonang, Tim Paku Bumi Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang akan terus menerus melakukan monitor di lokasi. Hal ini agar tidak ada pelanggar kembali di lokasi proyek tersebut.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed