Paku Bumi Gakumda Sita Alat Kerja Proyek PDAM TKR

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Setelah disegel Jumat sore 12 Juli 2019, sejumlah peralatan kerja pembangunan resevoir (penyimpanan air) Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (PDAM TKR) Kabupaten Tangerang disita oleh Tim Paku Bumi Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Jumat malam 12 Juli 2019. Peralatan yang disita yakni sambungan pipa air besar sebanyak 14 buah serta ring pipa besar, satu buah.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang SSos MM menjelaskan sesuai perintah Plt Kasatpol PP, Ivan Yudhianto maka Tim Paku Bumi Gakumda melakukan penyitaan alat kerja/sarana kerja.

“Penyitaan ini hasil rapat pimpinan yang dihadiri Plt Kasatpol PP Kota Tangerang. Kontraktor proyek itu membandel, proyek tersebut dikerjakan malam hari untuk mengelabui kami. Penyitaan acuannya yakni pelanggaran Perda, membangun tidak memiliki IMB,” ungkap Kaonang.

Sebelum dilakukan penyitaan terhadap alat kerja proyek pembangunan resevoir (penyimpanan air) PDAM TKR Kabupaten Tangerang di Jl Perintis Kemerdekaan, Tim Paku Bumi Gakumda melakukan penyegelan terhadap proyek pembangunan tersebut. 

Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang SSos MM menegaskan sebelumnya pihak Tim Paku Bumi Gakumda telah mengingatkan secara lisan kepada pelaksana proyek tersebut, Arifin di lokasi.

“Pembangunan resevoir PDAM TKR Kabupaten Tangerang belum memiliki ijin sehingga melanggar tiga Perda. Yakni Perda nomor 17 tahun 2011 tentang Retribusi Perijinan Tertentu, Perda nomor 6 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tangerang dan Perda nomor 8 tahun 2018 tentang Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat,” ungkap Kepala Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang.

Pada saat di lokasi, Tim Paku Bumi didampingi Kasi Penegakan Tatang Sumantri, Kasi Hubtarga Ahmad Payumi, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan staf Bidang Gakumda.

Ditegaskan pula oleh Kaonang, pihak kontraktor proyek itu akan dibawa ke Pengadilan Negeri Tangerang untuk disidangkan dalam tindak pidana ringan.
Dijelaskan Kaonang, papan segel yang melekat di proyek tersebut berkuatan hukum, bila sengaja dirusak ancaman pidana selama 2 tahun 8 bulan.

Setelah penyegelan dan penyitaan alat kerja ini, Tim Paku Bumi Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang akan terus-menerus melakukan monitor di lokasi. Hal ini agar tidak ada pelanggar kembali di lokasi proyek tersebut.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed