TMMD 105 Non Fisik Kronjo Bekali Siswa SMK Wawasan Bela Negara

TangerangSatu.co.id KABUPATEN TANGERANG – Satgas Non Fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 105 Kronjo membekali siswa SMK PGRI Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang terkait wawasan kebangsaan. Hal ini untuk memperkuat rasa cinta tanah air.

Kegiatan dalam rangkaian bakti Non Fisik itu menghadirkan narasumber Mayor Inf Slamet Riyadi (Bintaldam Jaya).

Sebelum menyampaikan pemaparan soal bela negara, Slamet terlebih dahulu memperkenalkan institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada sekitar 60 siswa.

Dikatakan Slamet, TNI membuka kesempatan kepada putra-puteri terbaik Indonesia untuk menjadi prajurit. Sistem rekrutmen calon prajurit TNI, kata dia, dilaksanakan secara profesional, terbuka dan transparan.

“Jadi, jika ada adik-adik yang ingin menjadi tentara, setelah lulus dari SMK segera mendaptarkan diri,” katanya.

Menjadi prajurit TNI, bagi dia, ada kebanggan tersediri, karena menjaga kedaulatan bangsa dan negara dari berbagai rongrongan dari luar adalah bentuk bela negara.

Namun, lanjut dia, bela negara tidak musti menjadi tentara, menjadi siswa berprestasi pun menurutnya bentuk cinta tanah air.

“Karena kalau adik-adik menjadi siswa yang cerdas, kualitas sumber daya manusia bangsa kita akan meningkat. Indeks Pembangunan Manusia kita akan melejit,” tambahnya.

Untuk mencapai prestasi, kata Slamet, setiap siswa harus memiliki disiplin yang kuat, karena tanpa disiplin, lanjutnya, semua yang dicita-citakan hanya akan menjadi impian belaka.

“Mulai saat ini, adik-adik harus disiplin belajar. Manfaatkan waktu dengan diisi hal-hal positif. Hindari pergaulan yang bisa berdampak negatif. Sebab masa depan adik-adik diperjuangkan sejak saat ini,” imbaunya.

Terpisah, Dansatgas TMMD 105 Kronjo Letkol Inf Parada Warta Nusantara Tampubolon mengatakan, kegiatan bakti Non Fisik bertujuan untuk menamankan nilai-nilai kebangsaan bagi para siswa sekolah tingkat menengah atas.

Parada memandang penting upaya itu dilakukan mengingat tantangan yang dihadapi kaum milenial itu semakin berat.

“Kami berusaha menanamkan nilai-nilai positif agar adik-adik kita terhindar dari berbagai pengaruh buruk yang dapat merusak mental dan karakter mereka,” kata Parada.

Selain itu, penyuluhan yang juga melibatkan institusi lain seperti Polri, Perguruan Tinggi dan Pemerintah Kabupaten Tangerang juga bagian dari gerakan revolusi mental yang dicanangkan pemerintah.

“Mengokohkan mental generasi muda adalah tugas dan tanggung jawab bersama. Kami berusaha mewujudkannya dengan berbagai pendekatan, salah satunya penyuluahan kepada kaum milenial selama program TMMD 105 Kronjo,” pungkasnya.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed