PKK Mekarsari Gandeng Kompos Grenpik Kembangkan Tanaman Sayuran Hidroponik

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Tim Penggerak PKK Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari Kota Tangèrang melakukan penanaman sayuran hidroponik di pekarangan Posyandu Melati 3, belakang kantor kelurahan tersebut, Minggu 21 Juli 2019. Penanaman sayuran tersebut dipimpin langsung Ketua TP PKK Kelurahan Mekarsari, Rohana Royani dan dibantu Komunitas Hidroponik Sampah Gerendeng Pinggir Kali (Kompos Grenpik) RW 04 Kelurahan Gerendeng dan pakar hidroponik sampah Kota Tangerang, Hamidi.

Lurah Mekarsari, Royani menjelaskan pihaknya sengaja mengajak Kompos Grenpik untuk membagikan pengalamannya kepada para ibu PKK di wilayah Kelurahan Mekarsari. Lurah Mekarsari, Royani berkeinginan TP PKK dan masyarakat di wilayahnya gemar bertanam sayuran.

Menurut Lurah Mekarsari Royani, hodropinik sampah ini murah dan mudah dengan bahan gampang didapat serta perawatan tanaman yang tidak rumit. Jadi sangat tepat diterapkan di lingkungan masyarakat Mekarsari.

“Kami menyerap pengetahuan dan pengalaman dari Kompos Grenpik pimpinan RT Aries Munandar. Komunitas ini sudah terbukti berhasil mengajak warga untuk bertanam sayuran dengan cara hidroponik yang murah dan mudah,” jelas Lurah Mekarsari, Royani.

Ketua TP PKk Kelurahan Mekarsari, Rohana Royani mengungkapkan pihaknya bersama para kader terus memasyarakatkan tanaman hidroponik sampah ini kepada warga. Sebab, kata Rohana tanaman hidroponik yang diterapkan oleh Kompos Grenpik ini sangat mudah menanam dan merawatnya.

Para kader PKK Kelurahan Mekarsari, jelas Rohanah Royanih cepat menyerap pengetahuan yang disampaikan Kompos Grenpik di bawah koordinasi RT Aries Munandar dan pakar hidroponik sampah Kota Tangerang, Hamidi. Rohana pun mengaku masyarakat Kelurahan Mekarsari, utamanya kaum ibu antusias melakukan gerakan menanam sayuran di hidroponik sampah. Pasalnya, hidroponik sampah mudah, murah dan tidak memerlukan lahan.

Koordinator Kompos Gtenpik, RT Aries Munandar mengungkapkan pihaknya dibantu pakar hidroponik sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Hamidi siap membantu masyarakat untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai tanaman ini. Di komunitas ini, ada tenaga khusus yang selalu siap untuk membagikan pengetahuan mengenai tata cara berkebun menggunakan hidroponik sampah.

“Alhamdulillah, Kompos Grenpik sudah beberapa kali mendapat kepercayaan dari luar wilayah Gerendeng untuk berbagi pengetahuan mengenai tanaman hidroponik ini. Di Grenpik sendiri, kini warga semangat berkebun dengan pola hidroponik sampah. Kami bersyukur hidroponik sampah ini banyak memberi manfaat bagi warga,” ungkap RT Aries Munandar.

Kini, sambung RT Aries, hidroponik sampah yang dikelolanya dapat memberdayakan masyarakat. Mereka bisa bercocok tanam dengan pola hidroponik dan berbagi pengetahuan ke luar wilayah Grenpik.

Pakar hidroponik sampah Dinas Lingkunga Hidup Kota Tangerang, Hamidi memaparkan pola tanam yang dikembangkannya ini sangat sederhana. Bahan yang digunakan untuk media tanam hidroponik ini 99 persen berbahan dari sampah. Menurut Hamidi pola hidroponik yang dikembangkannya ini sangat cocok untuk petani milenal, yakni petani anak muda tanpa lahan luas.

Selain Grenpik dan Mekarsari, sambung Hamidi ada sejumlah wilayah yang telah menerapkan hidropinik sampah binaannya. Di antaranya di Kelurahan Jatiuwung Kecamatan Cibodas ada empat lokasi, kemudian di wilayah Kelurahan
Manis Jaya Kecamatan Jatiuwung.

“Perawatan tanaman yang saya kembangkan itu sangat mudah. Untuk nutirisi tumbuhan dari air beras, kulit telur, sabut kelapa. Sedangkan pestisida menggunakan puntung rokok. Kami tidak menggunakan pupuk kimia maupun nutrisi kimia,” urai Hamidi.

Ia ajak masyarakat untuk gemar bertanam dengan biaya murah dan mudah yakni memanfaatkan limbah, di antaranya membuat pot dari botol plastik bekas. Hamidi sangat berharap para pemangku wilayah mau memanfaatkan limbah untuk media tanam seperti yang dilakukan oleh masyarakat Grenpik.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed