Pesisir Mengajar Ajak Masyarakat Membangun Lingkungan Menjadi Lebih Sehat

TangerangSatu.co.id KABUPATEN TANGERANG – Kisaran tahun 2014 Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang melakukan kajian perencanaan roadmap Gerbang Mapan (Gerakan Pembangunan Masyarakat Pantai) bersama PKSPL IPB. Di lapangan tim kajian ini menemukan beragam problem sosial dan ekonomi masyarakat pesisir Kabupaten Tangerang. Setelah dianalisa, kesimpulannya perlu ada upaya pendidikan sosial bagi masyarakat pesisir Kabupaten Tangerang
agar terjadi perubahan prilaku hidup yang lebih positif.

“Untuk merubah perilaku dan mind set pendidikan masyarakat tersebut haruslah terus-menerus. Oleh karena itu kami mulai dari level pendidikan dasar namun simultan untuk masyarakat umum,” jelas Koordinator Pesisir Hari Mahardika.

Dikatakan Hari, sebenarnya ini merupakan kebutuhan riil masyarakat pesisir yang diambil secara langsung saat focus group discussion.

“Road map kami laksanakan 2014 namun Pesisir Mengajar sendiri baru terbentuk 2016 dengan pengesahan dari Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang,” terang Hari.

Ia berharap ada pendidikan alternatif bagi masyarakat pesisir mulai dini untuk mencintai lingkungan pesisir. Bekal keilmuan, bekal cinta dan pengetahuan yang ditransfer kepada masyarakat pesisir Kabupaten Tangerang ini diharapkan dapat memelihara, merawat dan membangun wilayah pesisir menjadi lebih sehat.

“Cita-cita kami menjadikan lingkungan pesisir menjadi halaman depan yang dijaga keindahanya, keasriannya dan ekosistem lingkungan pesisir yang sehat,” ungkap Hari.

Sejak 2016, kata Hari, Pesisir Mengajar telah melaksanakan kegiatan gerakan memasyarakatkan makan ikan hingga 10.000 anak, gosok gigi dan cuci tangan 7000 anak, 2 kali even lomba gambar laut dan pesisir tingkat kabupaten, berhasil merestorasi mangrove jenis bruguiera cylindrica, menanam 40.000 mangrove berbagai jenis, mengabdikan diri di lebih 60 sekolah dasar di 8 kecamatan wilayah pesisir Kabupaten Tangerang.

Para relawan Pesisir Mengajar, sambung Hari dibekali pengetahuan perikanan, ekosistem lingkungan pesisisir, kebersihan diri, pengetahuan tentang mangrove, lamun dan terumbu karang agar mereka bisa memberi pencerahan kepada masyarakat pesisir.

Tahun lalu Pesisir Mengajar mendapat apresiasi dari Pemsea — kemitraan pengelolaan lingkungan laut dari pesisir negara-negara Asia Timur — menjadi narasumber di acara Youth Forum EasCongress 2018.

“Oh ya, Pesisir Mengajar di tahun 2018 juga bisa memberikan beasiwa ke 30 anak. Rinciannya beasiswa prestasi 10 siswa masing-masing Rp 200 ribu per bulan selama 6 bulan, dan beasiswa anak kurang mampu 20 orang Rp 100 ribu per bulan tiap anak selama 6 bulan dukungan CSR PT YKK AP. Sampai saat relawan Pesisir Mengajar yang aktif sebanyak 40 orang,” ungkap Hari Mahardika.***

Ateng Sanusih | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed