Jarimu Pedang Kemerdekaan


Oleh: Octa Deva Reindra

Indonesia adalah negara yang merdeka bukan karena hadiah dari penjajah. Pertempuran, peperangan serta pengorbanan harta dan nyawa rela dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia, guna menjadikan Indonesia sebagai negara yang merdeka dan bebas dari cengkraman penjajah. Penjarahan terhadap kekayaan alam bahkan penyiksaan, pembunuhan, kerja paksa terasa seperti makanan sehari-hari. penjajah telah menjadikan orang Indonesia sebagai budak di tanah sendiri.

Sekitar 350 tahun bangsa Indonesia dijajah oleh Belanda ditambah 3 tahun selanjutnya dijajah oleh Jepang, hingga pada saat 17 agustus 1945 bapak Ir. Soekarno membacakan teks proklamasi yang menandakan bahwa bangsa Indonesia telah merdeka. Dan 17 agustus 2019 kemarin Indonesia sudah menginjak 74 tahun kemerdekaannya.

Zaman semakin berubah dan berkembang dalam setiap waktu, salah satunya adalah dalam sektor teknologi. Teknologi seakan sudah menyatu dalam jati diri manusia, dengan teknologi kita akan mencapai tujuan dengan lebih praktis dan cepat. Salah satu contohnya adalah gadget. Gadget adalah salah satu teknologi yang dapat mempermudah seseorang dalam berkomunikasi, kita bisa dengan mudah menghubungi sanak sodara meskipun jaraknya jauh. Bahkan kitapun dapat bertatap muka dengan orang yang sedang tidak berdekatan karena adanya perkembangan teknologi.

Perkembangan teknologi yang sangat pesat memang tidak bisa dibendung, ditandai dengan penggunaan media sosial seperti facebook, instagram, youtube, dan masih banyak lainnya yang sudah menjadi hal lumrah, banyak anak muda yang candu akan media sosial, mereka seakan tidak bisa hidup ketika tidak menggunakan media sosial, bahkan ada yang rela tidak membeli makan asalkan mereka dapat membeli kuota, supaya mereka dapat tetap berselancar di media sosial.

Media sosial membuat seseorang dapat mengakses informasi dengan sangat cepat, hanya dengan menggerakkan jarinya saja dalam layar gadget, mampu mendapatkan apa yang kita inginkan tanpa menunggu waktu yang lama, oleh karena itu jari saat ini sangat berbahaya karena akan mengantarkan kita kemanapun yang kita mau, jika dulu mulutmu adalah harimaumu sekarang berubah menjadi jarimu harimaumu.

Namun melihat latar belakang melek informasi dari setiap orang yang berbeda, membuat berbeda juga persepsi dalam menangkap informasi yang masuk dari berbagai media sosial, tidak sedikit orang yang menerima informasi tanpa menyaringnya terlebih dahulu apakah berita yang di informasikan benar atau salah. Oleh karenanya hal ini sangatlah berbahaya ketika informasi yang mereka dapatkan bukanlah informasi yang benar atau sering kita dengar dengan berita hoaxs.

Berita hoaxs adalah berita yang menyampaikan informasi secara tidak benar, tetapi dikemas seolah-olah benar adanya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hoaks dapat diartikan dengan “berita bohong”. Berita hoaxs merupakan berita yang dapat memunculkan rasa benci serta menimbulkan permusuhan. Dimana berita ini memiliki sumber yang tidak jelas asalnya, hoaxs di media sosial merupakan informasi yang ada di media yang cenderung menyudutkan kepada pihak tertentu. Biasanya terjadi karena adanya unsur fanatisme kepada pihak tertentu dan tidak suka kepada pihak lain, sehingga dia hanya menyampaikan informasinya hanya dari sudut pandangnya saja yang dapat mengandung unsur provokatif.

Tersebarnya berita hoaxs memiliki dampak yang signifikan terhadapat pola pikir masyarakat, hal ini terjadi karena banyak orang yang hanya menerima informasi dari apa yang dia baca diartikel itu saja, bahkan lebih parahnya tidak sedikit orang yang hanya menerima informasi sekedar dari membaca judul tanpa mencari tahu sumber dari mana berita itu berasal, hal ini akan berbahaya jika yang mereka baca itu berita hoaxs, apalagi kalau sampai dia terbawa arus dan ikut dalam membagikannya kepada orang lain.

Hal tersebut juga dapat menimbulkan perpecahan satu dengan yang lain. Ketika kita tengok kebelakang, dalam kasus Ratna Sarumpaet yang mengatakan bahwa dia telah dianiaya, sempat menimbulkan konflik dari beberapa pihak, untungnya pihak pemerintah sigap dalam menangani dan menyelesaikan kasus ini, seandainya kasus tersebut tidak cepat terselesaikan maka dapat menimbulkan perpecahan.

Saat ini banyak masyarakat indonesia yang masih dijajah secara intelektualnya, seseorang mudah terprovokasi dengan beredarnya berita yang tidak jelas atau hoax, dan sayangnya mereka juga turut menyebar berita tersebut. Ketika ini dibiarkan secara terus menerus maka hal ini akan sangat berbahaya dan dapat mengancam kedaulatan bangsa.

Mudah menyebarnya berita hoax tersebut terjadi karena jari seseorang. Jari saat ini ibarat sebuah pedang, pedang yang akan bermanfaat atau justru menghancurkan adalah sesuai dengan siapa yang memegang pedang tersebut dan menggunakannya untuk apa, ketika seseorang menggunakan pedangnya untuk menyebarkan berita hoax maka yang tersebar adalah berita hoax tersebut. Namun ketika pedang tersebut kita gunakan dengan hal positif maka yang didapat adalah hal positif juga.

Tidak ada yang salah dari penggunaan pedang. Yang jadi permasalahan adalah siapa dan untuk apa pedang tersebut digunakan? Oleh karena itu kita harus bijaksana dalam menggunakan dan memanfaatkan pedang. Apalagi zaman sekarang yang apa-apa sudah berbasis teknologi, jari yang profesional adalah jari yang sangat dibutuhkan. Kita dapat membantu pemerintahan dengan mudah, tinggal mengirimkan surat ataupun pesan lewat sosial media dengan cepat, tidak dengan waktu yang lama. Maka dari itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin demi terwujudnya pembangunan dan kepemimpinan bangsa khususnya untuk 5 tahun kedepan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed