Kemerdekaan di Tanah Airku


Oleh : Febiola

Tanah airku, hingga saat ini kita masih memperingati upacara bendera yang dilaksanakan setiap tahunnya yakni pada tanggal 17 Agustus, dengan ragam perlombaan, karnaval, jalan sehat, dan berbusana ala pahlawan terdahulu kita dan sebagainya. Dan seiring berjalannya era perkembangan ditengah masyarakat kaya akan pengetahuan teknologi kita masih saja mempertahankan budaya dan upacara peringatan itu. Akan tetapi hanya sedikit berbeda, kita sembari memperingati sekaligus mendengarkan dan mengetahui isu-isu belaka yang beredar disosial media bahkan ditengah perbincangan masyarakat, seakan-akan ingin merubah cara pandang kita terhadap negeri tercinta kita itu sendiri.

Menurut MC Ricklefs dalam bukunya Sejarah Indonesia Modern 1200-2008, lukisan modern juga mulai menjadi matang dalam Revolusi ketika seniman-seniman seperti Affandi (1910-90) dan Sudjojono (1913-1986) tidak hanya menuangkan semangat Revolusi dalam lukisan-lukisan mereka, tetapi juga memberikan dukungan secara P lebih langsung dengan cara membuat poster-poster anti-Belanda. Poster “Berteriak” Bak penyanyi rock, poster-poster pada masa revolusi ini seakan-akan ‘berteriak’ lantang melalui kata-kata yang tertera di dalam poster tersebut, sehingga menggugah orang yang melihatnya.

“BAMBOE ROENTJING SIAP MENGOESIR PENDJADJAH” kata-kata tersebut tertulis di dalam sebuah poster yang menggambarkan bahwa semangat rakyat Indonesia pada saat itu untuk mempertahankan kemerdekaan begitu menggebu-gebu, walaupun dengan peralatan bambu runcing, Bangsa ini mampu mengusir penjajah yang sudah dilengkapi dengan persenjataan perang yang lebih canggih.

Inilah bukti bahwa sanya tanah air kita ini memiliki banyak pejuang-pejuang yang memiliki semangat persatuan yang begitu besar dalam melawan penjajah, lantas ada apa dengan kita ini seakan-akan sebagai penjajah dinegeri kita sendiri dengan menyebarkan berita hoax (isu-isu) yang tidak masuk akal di media kita sendiri.

Beginikah cara kita mencintai tanah lahir kita sendiri, bukankah pemuda-pemudi yang berintelek tidak akan tinggal diam hanya isu-isu yang tidak masuk akal ini. Sudah selayaknya bagi kita pemuda-pemudi bangsa ini mendalami arti atau makna dari kemerdekaan itu sendiri dengan cara mendorong pribadi kita masing-masing agar terus membaca tentang sejarah Indonesia kita dan menguak kebenaran yang ada, dan bukan hanya itu perkembangan dan persiapan negeri ini pun turut kita telusuri agar nantinya negeri kita ini kedepannya tidak lagi terus-terus disebut sebagai negera berkembang.

Disaat negera kita telah merdeka apakah kita sebagai warga negara kita ini tidak malu untuk terus-terus disebut sebagai negara berkembang, sudah sepantasnya kita sebagai pribumi di negara itu sendiri mendorong diri pribadi masing-masing untuk mewujudkan tanah air kita tercinta ini menjadi negara maju dan tidak lagi disebut negara berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed