Terkait Puskesmas Cikokol, Ketua Komisi IV DPRD Nilai Kebijakan Pemkot Tangerang Kaku

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Pimpinan Fraksi Partai Gerindra yang juga Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto merasa heran SOP (standard operating procedure) dari Dinas Kesehatan kaitan pelayanan 112 yang dibanggakan WalikotaTangerang tidak memasukkan pengecualian kejadian khusus atau emergency.

Hal itu diungkapkan Turidi Susanto menyikapi viralnya sebuah kejadian penolakan Puskesmas Cikokol mengantar jenazah seorang bocah tenggelam di Sungai Cisadane pada Jumat lalu, 23 Agustus 2019.

“Saya kira kejadian ini puncak dari lemahnya pelayanan publik Pemerintah Daerah Kota Tangerang. Saya lihat, penggunaan ambulance juga tidak maksimal sosialisasinya. Terbukti banyak sekali warga yang ingin memakai mobil jenazah. Karena tidak paham dan juga terlalu birokratis, akhirnya masyarakat lebih memilih pelayanan ambulance jenazah atau ambulance pembawa orang sakit yang dimiliki oleh Partai Gerindra hasil sumbangan dari Pak Sufmi Dasco Ahmad, Anggota DPR RI Banten III yang diberikan ke kader Gerindra guna melayani di 13 Kecamatan,” ungkap anggota DPRD Kota Tangerang dari dearah pemilihan Kecamatan Pinang dan Cipondoh yang pada Pemilu Juli lalu meraup suara terbanyak untuk Caleg 2019.

Menurut Turidi, Walikota Tangerang harus bertanggung jawab dalam hal ini, dan petugas Puskesmas tidak juga 100% disalahkan, karena mereka bertindak berdasarkan SOP yang ada. Sangat perlu dipertanyakan adalah si pembuat SOP yang kaku dan tidak fleksibel terhadap emergency

“Ya kaku, itu gambaran kebijakan pemerintah yang kaku terhadap pelayanan publik. Semua kaitan pelayanan kebijakan publik harus dievaluasi demi mengedepankan kepuasan masyarakat. Dalam hal ini, Walikota harus bertanggung jawab, yang dilaporkan jangan hanya Asal Bos Senang (ABS) saja,” tegas Turidi Susanto.

Lebih lanjut Turidi menegaskan, pihaknya akan mengkritisi pengajuan anggaran Pemkot Tangerang yang selama ini lebih dominan untuk acara seremonial dan pencitraan saja, dan akan mencoret program yang tidak pro rakyat.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed