Berangsur Kondusif, Masyarakat di Papua Mulai Beraktivitas Kembali

Oleh: Rebecca Marian )*

Ricuh aksi massa di Jayapura kini telah aman dan kondusif. Sejumlah aksi yang dinilai rusuh dan rasisme juga mampu diredam. Berbagai pihak terkait telah menyatakan situasi disana mulai normal kembali. Roda ekonomi Papua mulai bergeliat lagi. Hal ini terbukti dengan beroperasinya pusat perbelanjaan serat lalu lintas kota.

Selain itu, dikabarkan ada pula aksi massa yang damai di beberapa tempat. Yakni berlokasi di depan kantor Walikota Sorong, Papua Barat, yang dimulai sejak pukul 09.30 hingga 15.30 WIT. Yang mana dihadiri sejumlah massa kurang lebih 2.000 orang.

Sementara ditempat lain juga berlangsung aksi di Maybrat, Papua Barat, yang dimulai dari pukul 09.00-13.00 WIT dan dihadiri sekitar 200-an massa. Hal serupa juga ditemui di wilayah Kota Biak. Dan selama aksi berlangsung ditengarai berjalan aman dan damai. Tidak ada kerusuhan yang berujung tindakan rasisme seperti sebelumnya.

Brigjen Dedi Prasetyo, selaku Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri menyatakan demo yang berujung ricuh sempat terjadi. Yakni diwilayah Mimika, Fakfak dan Papua Barat. Namun, hal tersebut mampu dikondisikan dengan baik.

Menurut laporan, akibat kericuhan itu Fakfak kini menderita kerugian materi berupa satu unit pasar serta sebuah gedung yang dibakar massa, dua mobil, dan juga beberapa rumah yang kacanya pecah. Sedangkan wilayah Timika, terdapat sejumlah ruko, kantor pos, kantor DPRD, bus, truk serta dua mobil patroli yang rusak.

Kabar baiknya, polisi berhasil mengamankan hingga 45 orang terkait kerusuhan yang terjadi. Mereka diduga sebagai provokator aksi hingga menimbulkan kerusuhan. Hal ini dilakukan atas dasar insiden rasialis terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya tempo hari.

Aneka seruan diskriminasi serta ketidakadilan. yang diterima rakyat Papua turut diorasikan. Berkenaan dengan hal ini, Menkopolhukam Wiranto menyatakan keterkejutannya. Ia menilai jika pemerintah telah banyak mengalirkan dana pembangunan untuk masyarakat Papua. Bahkan nilainya lebih banyak dibandingkan provinsi lain.
Wiranto juga mengadakan kunjungan ke Papua terkait aksi damai. Pihaknya mengundang beberapa pihak guna melakukan kesepakatan terkait kericuhan tempo hari.

Tokoh-tokoh yang diundang antara lain adalah Laksda TNI (Purn) Freddy Numberi, Yorrys Raweyai seorang Anggota DPR, Frans Ansanay, Samuel Tabuni yang disebut sebagai tokoh pemuda dari Nduga juga yang lainnya.

Wiranto menegaskan jika pertemuan yang berlangsung selama lebih dari satu jam berjalan baik. Tidak ada pihak yang saling menyalahkan, melainkan sama-sama mencari solusi atas permasalahan di Papua ini. Ia turut menyebutkan para tokoh Papua serta Papua Barat setuju untuk bekerja sama guna mendinginkan situasi.

Serta akan berusaha meredam perkembangan liar yang berkenaan dengan pergerakan di Papua dan Papua Barat.
Semua pihak sepakat untuk mengakhiri suasana panas yang terjadi dan merubahnya menjadi situasi yang tenang dan kondusif. Selain itu wiranto juga mengutarakan jika semua pihak bisa mengoreksi kesalahan atau hal-hal lain agar kedepan pembangunan Papua lebih baik lagi.

Wiranto menekankan jika Presiden Jokowi terus berkomitmen untuk tetap melanjutkan pembangunan. Terlebih, Jokowi sudah menaruh perhatian akan Papua sejak awal memimpin. Yakni seperti pengembangan pembangunan infrastruktur transportasi, sektor komunikasi, pelabuhan, lapangan terbang hingga mewujudkan persamaan harga komoditas.

Pihaknya menjamin jika proyek ini bukanlah proyek mercusuar, namun telah diperhitungkan. Guna kesejahteraan masyarakat Papua juga Papua Barat. Artinya upaya pembangunan di dua provinsi tersebut sudah berdasar atas asas pemerataan dan keadilan. Termasuk kualitas pendidikan dan perluasan lapangan kerja.

Kondisi Papua yang telah kondusif tentunya merupakan angin segar bagi seluruh rakyat Indonesia. Mengingat Papua merupakan bagian NKRI yang tak terpisahkan. Bukankah jika anggota tubuh yang satu sakit, maka tubuh lain akan merasakannya jua.

Kerusuhan di Papua ini bisa kita jadikan pelajaran agar kedepannya persatuan lebih digalakkan lagi. Karena hal ini sangat efektif menghalangi perpecahan. Indonesia merupakan negara multikultur yang populer dengan keberagaman budaya, agama serta adat istiadatnya. Maka dari itu perlu ditingkatkan kembali sikap saling menghormati dan bertoleransi guna menciptakan stabilitas nasional yang tangguh

Semoga kondisi Papua kedepan lebih baik lagi serta kembali seperti sedia kala. Selain itu kinerja pemerintah dan seluruh elemen masyarakat mampu mengayomi dan melindungi warga secara menyeluruh.

)* Penulis adalah Mahasiswi Papua, tinggal di Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed