Eks OPM: Papua Sejahtera Bersama Indonesia

Oleh: Edward Krey )*

Aneka bukti perkembangan pembangunan serta pemerataan kesejahteraan rakyat Papua mulai disoroti. Beberapa diantaranya dikemukakan oleh eks OPM yang akhirnya bergabung lagi ke NKRI.

Masyarakat Indonesia bisa tenang, dampak kerusuhan Papua tempo hari diakhiri dengan damai. Tokoh pemuda Papua-pun ikut menyuarakan ajakan perdamaian tanpa henti. Aksi demo digelar di beberapa kota di Indonesia serentak tolak Papua Merdeka. Karena mereka menyadari bahwa selamanya Papua adalah bagian dari Indonesia.

Tindakan Separatisme yang terjadi sangat disayangkan. Hal ini timbul akibat rasa kurang puas pada suatu kelompok maupun organisasi terhadap pemerintah pusat. Alih-alih meminta solusi permasalahan, pelaku separatis bersikukuh membangun negara sendiri dengan kewenangannya sendiri. Seperti Halnya OPM ( Organisasi Papua Merdeka).

Banyak kita dengar jika OPM ini merupakan organisasi yang menginginkan Papua pisah dari NKRI. Alasannya ialah rasa kekecewaan dari pemerintah yang dianggal pilih kasih. Khususnya dalam soal pembangunan insfrastruktur serta kesejahteraan Papua dikesampingkan. Mereka beranggapan jika membentuk negara sendiri maka mereka bisa sejahtera dengan memanfaatkan kekayaan alam yang mereka miliki.

Namun, faktanya pemerintah telah melakukan berbagai upaya pembangunan di Bumi Cendrawasih ini. Hal itu dibuktikan dengan adanya UU Nomor 32 Tahun 2004 berkenaan dengan otonomi daerah. Sejak pemberlakuan aturan ini pemerataan pembangunan daerah Papua mulai dilakukan. Tak bertepuk sebelah tangan nyatanya banyak orang-orang OPM telah kembali bergabung dengan NKRI. Tak hanya satu bahkan ribuan orang eks OPM kembali ke Nusantara.

Salah satu cerita menarik dari kembalinya Sang OPM ini salah satunya ialah, John Norotouw. Ia yang kini mengabdi sebagai pelayan Tuhan di Gereja wilayah Sentani, Jayapura membenarkan jika Papua sejahtera bersama Indonesia. Ia juga mengutarakan jika kini Papua telah banyak berkembang pesat, bahkan Orang Papua menjadi tuan di negeri sendiri dengan adanya Otonomi Khusus Papua. Meski tak menampik masih ada beberapa wilayah yang tertinggal, namun ia yakin hal ini karena kurang optimalnya peran pemerintah daerah dalam membangun daerahnya tersebut.

John Meyakini jika kondisi perubahan yang jauh lebih baik saat ini esensi kemerdekaan adalah kesejahteraan perubahan yang kini telah diperoleh. Momentum 1 Desember yang dibentuk beberapa tahun silam berdasar atas atas opini untuk perubahan akibat situasi politik yang saat itu tengah terjadi. Namun ia menegaskan jika kini perjuangannya telah membuahkan hasil, Papua telah bertransformasi dalam bingkai NKRI.

Sebelumnya ia telah melanglangbuana menghabiskan 28 tahun perjuangan dengan loby negara-negara pasifik. Hal ini dilakukan guna mendapatkan dukungan atas Papua Merdeka. Akan tetapi, ia memutuskan untuk kembali ke Nusantara saat melihat kondisi Papua berkembang cukup pesat.

Ia menyatakan jika perubahan sudah terjadi, orang Papua sejahtera di NKRI,serat banyak pula yang menjadi tuan di kota sendiri, lalu apalagi? Bukankah hal ini berarti perjuangan telah tercapai, lalu kemerdekaan mana lagi yang ingin dicari? Ia juga mengaku telah hidup tenang berbaur dengan masyarakat. Menikmati kesejahteraan yang kini ia rasakan. Ia merasa telah hidup damai bersama Indonesia.

Ia menambahkan jika Pepera memang harus dijadikan dasar dan pedoman bahwa memang Papua adalah sebagai Bangsa Indonesia. Hal ini tak dapat dipungkiri karena merupakan sebuah nilai-nilai yang harus diyakini. Ia juga berpendapat siapapun yang menentang harusnya menerima Pepera ini karena telah terbukti Papua mengalami perubahan yang signifikan. Yang mana hal ini Nyata adanya dan bukan hanya janji semata.

Pihaknya turut menyesalkan adanya seorang oknum yang mengajak untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintah. Apalagi tindakan rasisme yang berujung perpecahan serta membuat suasana makin keruh. Ia mengakui jika pemerintah telah mempercayakan dana yang melimpah bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat Papua.

Berkaca pada kenyataannya tersebut, Papua nyatanya sejahtera bersama Indonesia dan hal ini juga telah banyak dibuktikan termasuk kejadian tersebut diatas. Pembangungan signifikan yang telah dirasa agaknya bisa menjadi pedoman bahwa pemerintah tidak menganaktirikan Bumi Cendrawasih ini.

Yang perlu diwaspadai adalah sikap rasisme, separatis juga tindakan oknum lainnya yang menginginkan Indonesia terpecah belah demi kepentingan mereka sendiri. Apalagi kini pemerintah lebih gencar lagi melakukan pembangunan guna meningkatka lagi kesejahteraan rakyat Papua. Lalu apalagi yang dicari?

)* Penulis adalah mahasiswa Papua, tinggal di Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed