Gakumda Satpol PP Sita 16.993 Butir Tramadol dan Hexymer dari Sejumlah Kios Kosmetik

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Tim Kalong Wewe Bidang Gakumda kembali melakukan penindakan terhadap kios kosmetik yang menjual obat keras jenis Hexymer, Tramadol, Alprazolam dan Riklona disejumlah wilayah Kota Tangerang, Senin 2 September 2019. Sebanyak 16.993 butir obat-obat tersebut berhasil disita dari enam kios kosmetik.

“Obat-obat yang dijual para pemilik kios kosmetik itu banyak dikonsumsi oleh kaum muda seperti narkoba. Akibatnya mereka yang mengkonsumsi Tramadol, Hexymer, Alprazolam dan Riklona bisa berdampak ketergantungan. Ini sangat membahayakan,” tegas Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kaonang usai penindakan tersebut.

Diungkapkan Kaonang lebih lanjut, para penjual obat-obat kategori keras itu dikenakan Peraturan Daerah Kota Tangerang nomor 8 tahun 2018 tentang Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat. Mereka menjual obat-obat itu tak memiliki ijin dari Pemerintah Kota Tangerang.

Keenam pengelola kios kosmetik yang menjual obat keras itu yakni Zulfahmi, Anis Akbar, Apzalul Zilmi, Muhazier, Nalam dan Syaiful Muzil. Anis Akbar sudah tiga kali terkena penegakan Perda oleh Kalong Wewe Gakumda Satpol PP. Sebelumnya Anis Akbar menjual obat keras di kios wilayah Kecamatan Tangerang. Kali ini ia pindah lokasi ke wilayah Kecamatan Cibodas.

Keenam penjual obat keras itu kemudian didata di ruang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Kaonang mengingatkan agar para pengelola kios kosmetik ini berhenti menjual obat keras yang membahayakan maayarakat. Kalong Wewe Gakumda akan terus melakukan penegakan Perda terhadap para penjual obat keras ini.

“Usaha dagang anda ini sangat membahayakan kaum muda. Mereka mengkonsumsi obat-obat keras yang anda jual bebas akibatnya banyak anak muda yang ketergantungan obat-obat itu. Ini sangat merusak generasi bangsa,” tegas Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang kepada para penjual obat yang terkena penegakan Perda 8/2018.

Ditambahkannya, keenam penjual obat keras ini akan diajukan ke persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang untuk disidangkan pelanggarannya dalam sidang tindak pidana ringan (Tipiring). Gakumda, kata Kaonang hanya melakukan penegakan dan penindakan, sedangkan yang memutuskan secara hukum terhadap pelanggar Perda ini adalah pengadilan.

Sementara itu Sekretaris Tim Pantas Juara KNPI Kota Tangerang, San Rodi Kucay mengungkapkan untuk kesekian kalinya selaku pemuda yang tergabung dalam pegiat anti narkoba Tim Pantas Juara DPD KNPI Kota Tangerang memberi apresiasi yang luar biasa atas kerja keras Tim Kolong Wewe Gakumda Satpol PP Kota Tangerang.

“Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, sangat serius menertibkan kios kosmetik di Kota Tangerang yang melanggar Perda menjual obat keras,” terang San Rodi Kucay.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed