Tegakkan Perda 8/2018, 10 Pengasong dan Pengamen Ditindak

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Sepuluh pedagang asongan dan pengamen terkena penegakan Perda 8/2018 tentang Kenteraman Kètertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat oleh Tim Kalong Wewe Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Senin siang 9 September 2019. Para pedagang asongan dan pengamen tersebut terkena tindakan penegakan Tim Kalong Wewe Gakumda dari sejumlah wilayah di Kota Tangerang.

Saat menindak para pedagang asongan dan pengamen di persimpangan jalan atau lampu merah, Tim Kalong Wewe harus bersusah payah mengejar mereka. Untuk menghindari penindakan oleh Kalong Wewe, para pengasong dan pengamen tak jarang berlari ke lingkungan permukiman kemudian sembunyi.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang menegaskan dari penegakan yang dilakukan Senin (9/9) ini Kalong Wewe menindak beberapa pengasong yang pernah terkena tindakan penegakan yang sama. Mereka yang terkena penindakan penegakan Kalong Wewe ini tak ada warga Kota Tangerang.

“Hasil penindakan penegakan Perda 8/2018 ini tercatat tak ada warga Kota Tangerang. Mereka ber-KTP luar Kota Tangerang. Ini kami tegaskan kepada mereka bahwa berdagang asongan dan mengamen di jalanan di wilayah Kota Tangerang adalah dilarang,” jelas Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang usai penegakan Perda 8/2018 di kantor Satpol PP Kota Tangerang.

Diungkapkannya, mereka yang terkena penegakan ini selanjutnya didata oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bidang Gakumda. Selanjutnya dibuatkan berita acara (BA) penyitaan barang bukti dan ditandatangani oleh tertindak. Gakumda Satpol PP, kata Kaonang menindak pelanggar mengedepankan sikap humanis.

“Pedagang asongan yang telah terkena penindakan penegakan sebanyak dua kali, barang dagangannya sementara disita selama satu bulan. Setelah melewati penyitaan satu bulan, maka mereka diperkenankan untuk mengambil barang dagangannya dengan membawa lembar berita acara penyitaan dari Gakumda Satpol PP. Sedangkan bagi mereka yang baru sekali, barang dagangannya disita selama 15 hari. Bagi pengamen jalanan, alat mengamennya disita selama satu bulan,” terang Kaonang.

Penegakan Perda 8/2018 terhadap pedagang asongan dan pengamen ini didampingi Kepala Seksi (Kasi) Penegakan Tatang Sumantri, Kasi Hubungan Antar Lembaga (Hubtarga) Ahmad Payumi, PPNS dan staf Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed