Penjual Tramadol Dijebloskan ke Tahanan

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Tak sanggup membayar denda yang dijatuhkan hakim Mahmuryadin dalam sidang Tipiring di Pengadilan Negeri Tangerang, Nacam terpaksa harus menjalani kurungan badan selama lima hari. Nacam bersama tujuh orang lainnya diajukan ke sidang Tipiring oleh Bidang Gakumda Satpol PP karena menjual obat jenis Tramadol dan Hexymer tanpa ijin.

Sidang Tipiring yang digelar Selasa 10 November 2019 ini menghadirkan sebanyak delapan orang penjual obat Tramadol serta Hexymer dan tujuh pedagang minuman keras (miras). Para tersidang itu oleh hakim dinyatakan bersalah melanggar Perda Kota Tangerang 7/2005 dan Perda 8/2018.

Terhadap para penjual obat keras tanpa ijin hakim Mahmuryadin menegaskan bahwa mereka beruntung terkena tindak penegakan oleh Satpol PP sehingga hanya melanggar Perda. Sesungguhnya kata hakim, dirinya bersama jaksa Ivan Oktaviani tengah menyidangkan kasus yang sama namun diperkarakan pidana umum sehingga penjualnya ditahan dan terancam hukuman penjara enam tahun.

“Kalau saudara tidak percaya, silahkan besok datang ke sini dan lihat persidangannya. Mereka sama dengan saudara yakni menjual obat Tramadol dan Hexymer tanpa ijin,” jelas hakim.

Dalam putusan sidang Tipiring, hakim menjatuhkan denda bervariasi. Denda yang ditimpakan kepada para pelanggar Perda itu mulai dari satu juta rupiah sampai dua juta rupiah. Denda ini dibedakan bagi mereka yang sudah dua kali terkena Tipiring maka sanksinya lebih tinggi.

Sementara itu Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang menegaskan pihaknya akan terus dan konsisten melakukan penindakan penegakan Perda di Kota Tangerang. Miras dan obat keras Tramadol, Hexymer, Alprazolam dan sejenisnya yang dijual bebas serta ilegal merupakan barang yang meracuni masyarakat dan generasi bangsa.

“Terhadap penjual miras dan obat ilegal yang sudah dua kali ditipiring maka kami tindak tegas yakni disegel kios atau kedainya. Segel itu akan kami buka bilamana si pemilik kios maupun kedai membuat kesepakatan disaksikan tokoh lingkungan setempat bahwa tidak akan menjual miras ataupun obat ilegal. Mereka harus berhenti menjual miras atau obat ilegal di wilayah Kota Tangerang,” jelas Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed