UPZ Masjid Sebagai Jejaring Pengaman Sosial Ekonomi Umat

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang mengadakan workshop nasional yang bertajuk “Menggagas UPZ Masjid Sebagai Jejaring Pengaman Sosial Ekonomi Umat”, Kamis 12 September 2019 di aula gedung MUI Kota Tangerang. Workshop nasional itu bagian dari rangkaian Festival Al A’zhom 2019.

Workshop nasional dibuka Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah dengan peserta para unit pengelola zakat (UPZ) sekota Tangerang. Hadir sebagai pembicara Wakil Walikota Tangerang Sachrudin, Kepala Divisi Layanan dan Pengembangan UPZ Nasional Faisal Qosim, Dewan Kemakmuran Masjid Jogokariyan Jogjakarta Muhammad Rosyidi dengan moderator Wakil Ketua Baznas Kota Tangerang Subur Amin Mubarok.

Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin dalam paparannya mengatakan semangat kegiatan workshop nasional yang digelar Baznas ini untuk mensejahterakan masyarakat Kota Tangerang melalui zakat. Sejahtera, menurut Sachrudin tolok ukurnya bukan hanya ekonomi, tapi juga perlu sejahtera secara sosial.

Di Kota Tangerang, terang wakil walikota Sachrudin terdapat 563 masjid dan 1394 mushola. Sejak tahun 2014, pengumpulan zakat oleh Baznas terus meningkat. Peningkatan pengumpulan zakat ini terjadi karena ada keyakinan dari masyarakat sehingga mendorong untuk berzakat.

Kepala Divisi Layanan dan Pengembangan UPZ Nasional, Faisal Qosim memaparkan tata kerja Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berdasarkan Perbaznas 2/2016, UPZ merupakan satu kesatuan dari Baznas. UPZ melaksanakan mandat pengumpulam zakat dari Baznas melalui gerai pembayaran zakat, infaq dan sedekah (ZIS).

“Pengelola zakat menjadi bagian dari gerakan dakwah di bidang keagamaan, ekonomi, kesehatan, pendidikan dan kemanusiaan. Pembentukan UPZ di masjid memastikan pengelolaan zakat aman dari sisi regulasi, syariah, manajemen dan sosial,” ungkap Faisal Qosim.

Ditambahkannya, masjid sebagai basis dakwah serta penguatan peran pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM) dalam pengembangan program kesejahteraan masyarakat dhuafa yang lebih efektif dan efisien. Maka itu hendaknya pengelola zakat (amil profesional) memiliki sertifikat atau bersertifikasi.

Dewan Kemakmuran Masjid Jogokariyan Jogjakarta, Muhammad Rosyidi menjelaskan pengelolaan zakat infaq shodaqoh (ZIS) berbasis masjid adalah potensi untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar. Menghidupkan UPZ di masjid bisa bekerja sama dengan Baznas.

Seiring perkembangan zaman, dana yang dikelola UPZ masjid bisa ditingkatkan ke pemberdayaan. Misalkan memberikan permodalan usaha, pelatihan keterampilan dan lain-lain.

Sementara itu Ketua Baznas Kota Tangerang, HM Asly El Husyaeri menegaskan kegiatan dihadiri sekitar 800 orang. Melalui workshop ini Baznas Kota Tangerang mengajak masyarakat untuk belajar memberdayakan masjid seperti yang dilakukan Masjid Jogokariyan di Jogjakarta.

“Kita mengajak umat, selain dekat kepada Allah juga dekat terhadap fakir miskin yakni dengan cara membantu mereka. Kami terus melakukan pembinaan terhadap UPZ agar fungsinya menjadi lebih maksimal,” kata Ketua Baznas Kota Tangerang.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed