Hady Chan Culinary School Ciptakan Tenaga dan Pelaku Usaha Kuliner

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Mengimbangi kualitas yang diharapkan industri pariwisata utamanya restoran dan bar, Hady Chan Culinary School menjawab harapan tersebut guna menciptakan tenaga maupun pelaku usaha di bidang kuliner yang semakin menggeliat. Hady Chan Culinary School memiliki tenaga pengajar yang berkompeten serta berpengalaman di bidangnya. Mereka di antaranya Chef Hady Chan berpengalaman di kapal pesiar, Chef Aan Nurhasanah berpengalaman sebagai Pastry Chef di hotel berbintang serta Sir Welly Braham berpengalaman dalam pengolahan restoran dan bar di hotel berbintang di luar dan dalam negeri.

“Hady Chan Culinary School merupakan sebuah lembaga pendidikan informal yang dinaungi oleh Ananas Indonesia. Founder dari Hady Chan Culinary School adalah Hady Chandra Kurniawan, beliau merupakan seorang dosen food product di beberapa perguruan tinggi, dan beliau juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Pendidikan di Indonesian Chef Association (ICA),” jelas Sir Welly Braham di Hady Chan Culinary School, Ruko Modernland Blok AR nomor 24 Kota Tangerang dengan contact person yang dapat dihubungi di 082226722279 / 0811170749.

Diungkapkan Welly, lembaga pendidikan ini juga telah memiliki usaha tempat makan dengan nama “Hady Chan Resto & Coffee” yang dapat dijadikan sebagai etalase pembelajaran bagi setiap peserta yang ingin belajar pengelolaan restoran, catering dan bisnis rumah makan. Lembaga pendidikan boga ini, sambung Welly memiliki kurikulum terintegrasi dan terkonsentrasi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan industri seperti hotel, restoran, jasa catering dan kapal pesiar. Kurikulum didesain sedemikian rupa agar setiap lulusan dapat memenuhi kebutuhan industri. Sehingga setiap lulusan dapat berkarir di perusahaan seperti hotel, restoran dan kafe, jasa catering dan kapal pesiar. Dengan kurikulum yang ada para lulusan juga dibekali pengetahuan dan kemampuan untuk dapat memulai bisnis di bidang kuliner.

“Kurikulum pembelajaran dibagi menjadi tiga semester, dengan pembagian dua semester pembelajaran baik praktek maupun teori, satu semester program magang selama enam bulan di industri seperti hotel, restoran, dan jasa catering. Untuk saat ini program konsentrasi yang dibuka adalah Food Production dan Restaurant & Bar Operation. Pada konsentrasi Food Production para peserta akan fokus dalam mempelajari teknik dan skill terkait memasak baik menu Nusantara maupun menu internasional,” papar Welly Braham.

Selain memasak, ungkap Welly para peserta juga akan dibekali pengetahuan dan skill dalam pengolahan kue dan roti. Sedangkan para peserta yang memilih konsentrasi Restaurant & Bar Operation akan dibekali pengetahuan dan skill dalam pengelolaan pelayanan restoran dan bar, serta pengolahan minuman baik yang beralkohol maupun non-alkohol.

“Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus mengamalkan salah satu cita-cita luhur para pendiri bangsa yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke empat yakni “mencerdaskan kehidupan bangsa”, maka kami berkomitment untuk memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi dan siswa yang mengalami keterbatasan ekonomi untuk dapat melanjutkan pembelajaran setelah lulus SMA sederajat di Hady Chan Culinary School,” papar Welly.

Pihaknya juga menjalin hubungan kerjasama dengan beberapa asosiasi seperti Indonesian Chef Association (ICA), Himpunan Pelatihan Perhotelan Indonesia (HMPPI) dan lembaga pendukung lainnya. Hal ini sangat bermanfaat bagi peserta didik dalam mengikuti perkembangan di dunia kuliner serta bermanfaat bagi penempatan magang dan pengembangan karir ke depannya.

“Hanya dengan Rp 19,5 juta, peserta telah dapat mendapatkan pembelajaran berkualitas setara diploma satu. Pembiayaan tersebut sudah termasuk biaya pendaftaran, pemakaian laboratorium, penyediaan bahan praktek, seragam, penyaluran program magang, uji kompetensi dan sertifikasi BNSP, serta penyaluran penempatan kerja. Biaya yang terjangkau dan disertai skema cicilan diharapkan dapat membantu calon peserta dalam hal pembiayaan,” terangnya.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed