Palapa Ring Timur Bawa Kemajuan Pesat Bagi Papua

Oleh: Abner Wanggai )*

Proyek Palapa Ring Timur ditengarai telah menacapai 95 persen, hal ini akan tentunya akan membuat akses internet ada di genggaman. Pun Papua akan siap melesat dengan berkembangnya sistem internet di sana.

Kecanggihan internet dewasa ini tak hanya sebagai tren semata, namun juga menandai seseorang akan mampu berkembang dengan lebih baik. Proyek Palapa Ring Timur diamini banyak pihak, mengingat peningkatan SDM melalui hal ini begitu diharapkan. Dengan layanan internet, akses-akses kota terpencil yang tak terjamah akan segera terlihat.

Apalagi fitur-fitur internet yang kian asyik tentunya akan membuat pengguna merasa nyaman berselancar di dalamnya. Interaksi sosial dalam internet juga memungkinkan pembukaan cakrawala baru bagi penghidupan rakyat Papua.

Sebelumnya, pada pertemuan Jokowi dengan tokoh Papua, Abisai Rollo meminta agar percepatan penyelesaian proyek Palapa Ring Timur, Papua. Sementara kabar baik datang dari Rudiantara, selaku Menkominfo, menyatakan jika proyek terkait tinggal selangkah lagi. Yakni menunggu peresmian dari Presiden, Jokowi.

Ditengarai Palapa Ring timur merupakan sebuah proyek infrastruktur telekomunikasi, yang berupa pengembangan serat optik di seluruh Indonesia sejauh 36.000 kilometer. Proyek ini sendiri memiliki 7 lingkar kecil untuk beberapa wilayah. Antara lain; Jawa, Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku serta Papua.

Jokowi mengatakan jika proyek ini nantinya akan berdampak pada kecepatan internet di bumi Cendrawasih tersebut. Tahun 2019 dipastikan proyek jaringan 4G akan rampung dan mulai dapat dinikmati. Tantangan lain datang dari perjalanan menembus medan yang sulit. Tak hanya itu, keamanan juga dipertaruhkan, mengingat pembangunan menara setinggi 3.500 mdpl ini tak bisa diremehkan begitu saja.

Pengalaman lain datang dari seruan Menkominfo, Rudiantara. Ia mengatakan jika helikopter pembawa tower harus berputar-putar di area kosong yang terletak di tengah hutan belantara Papua. Bukan hanya satu, namun bisa empat atau lima heli yang bisa wara-wiri mengangkut seluruh perlengkapan. Guna menancapkan tower di suatu wilayah yang terisolasi.

Dikatakan Salah satu penyebab tidak meratanya akses internet ialah beberapa daerah masuk kedalam kategori blank spot. Yang mana secara bisnis tidak menarik bagi pihak provider telekomunikasi swasta. Sehingga jika pihak swasta tak masuk, maka pemerintahlah yang akan mengisinya.

Kesulitan lain juga datang dari beberapa hal yakni, akses pengangkutan, pihak kontraktor yang ditengarai mengalami ancaman keamanan. Maka dari itu bantuan aparat TNI sangat dibutuhkan guna menjaga proses konstruksi disana. Kota pertama sebagai penikmat jaringan internet ini adalah, Distrik Agats kabupaten Asmat, Papua. Rencananya pemanfaatan internet tersebut akan dibarengi dengan pencanangan TV digital di area perbatasan. Yang telah digelar Agustus 2019 lalu di wilayah Nunukan, Kalimantan Utara.

Harapan kedepannya, dengan adanya Jaringan Palapa Ring Timur yang terkoneksi dengan Ring Tengah juga Barat, maka jaringan Internet yang nantinya sampai di masyarakat di kota besar hingga pelosok dipastikan tak ada lagi kesenjangan. Kelancaran internet ini dibuktikan oleh Rudiantara yang menggelar konferensi di 2 zona berbeda tanpa terputus atau delay. Artinya melalui cara ini lambat laun tak ada perbedaan antara kota kecil, besar atau pegunungan karena semuanya bisa berkomunikasi dalam lini internet tersebut.

Rudiantara juga menambahkan, jika jaringan tulang punggung (backbone) kabel serat optik Palapa Ring yang memback-up akses serta menyambungkan layanan internet ke seluruh wilayah Nusantara, akan digunakan sebagai pendukung kebangkitan ekonomi digital Indonesia. Bahkan Menkopolhukam, Wiranto turut mengomentari perkembangan proyek Palapa Ring ini. Ia menyatakan bahwa dengan penerapan Satelit Palapa Ring Timur, maka masyarakat di wilayah Papua akan lebih mudah. Kaitannya dalam menjalin koneksi dengan orang di wilayah Jakarta. Selain itu bukan tidak mungkin jika kemudian akan muncul atlet E-sport dari poros timur, Papua.

Pengoperasian proyek Palapa Ring juga mendapatkan sambutan baik dari Bupati wilayah Asmat Elisa Kambu. Pihaknya menyatakan jika masyarakat wilayah Asmat ini membutuhkan jaringan komunikasi yang baik. Meksi sebelumnya internet telah masuk kesana, namun kapasitas dinilai sangat terbatas. Ia-pun berharap dengan adanya pengoperasian proyek ini akan memberikan kesempatan selular lain masuk ke wilayahnya. Karena selama ini hanya provider Telkomsel yang mampu menembus daerah tersebut.

Akses Internet merupakan salah satu kebutuhan yang diperlukan setiap orang. Implikasinya ialah peningkatan SDM dalam perkembangan pendidikan secara digital. Semoga dengan rampungnya proyek ini, rakyat Papua seluruhnya akan merdeka telekomunikasi. Dan menjadikannya kota yang lebih dikenal dunia akan segala keunikan didalamnya.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua, tinggla di Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed