Theresia Megawati Wijaya Minta Peh Cun Digabung dengan Festival Cisadane

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Sejarah perayaan Peh Cun di Sungai Cisadane Kota Tangerang, merupakan salah satu yang tertua di Indonesia, sejak tahun 1910. Peh Cun yang berarti ” Mendayung Perahu” digelar rutin oleh perkumpulan Boen Tek Bio setiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek atau setiap bulan Juni. Perayaan tersebut tidak lepas dari berbagai ritual, tradisi dan kebudayaan, seperti lomba perahu naga, lomba menangkap bebek, bacang dan lain-lain.

Keanekaragaman budaya lokal sebagai bentuk akulturasi kebudayaan Tionghoa dengan masyarakat Kota Tangerang ini merupakan cikal bakal lahirnya Festival Cisadane yang terkesan menjadi dua kegiatan yang terpisah. Hal tersebut disampaikan Theresia Megawati Wijaya, anggota DPRD Kota Tangerang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang duduk di Komisi II saat hearing dengan Dinas Budaya dan Pariwisata serta dinas lainnya Kota Tangerang, Rabu 2 Oktober 2019.

Mega, sapaan akrabnya mengusulkan agar kegiatan Pehcun dan Festival Cisadane digabungkan pada tahun 2020. Hal itu didasarkan atas keberhasilan daerah lain seperti Pontianak yang sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut menjadi kegiatan berskala international.

“Dengan digabungnya kegiatan Peh Cun dan Festival Cisadane tahun 2020 tersebut, tentu akan menjadi daya tarik wisata dan budaya. Bukan hanya untuk masyarakat lokal tetapi nasional bahkan sampai tingkat internasional yang tentunya akan membawa dampak positif pada perekonomian dan pendapatan asli daerah,” ujar Mega.

Usulan Mega tersebut ditanggapi secara positif oleh Disbudpar Kota Tangerang sebagai amanat yang akan diperjuangkan oleh Pemerintah Kota.

Theresia Megawati Wijaya mengapresiasi terhadap keberhasilan Disbudpar Kota Tangerang menjadikan Festival Cisadane sebagai salahsatu dari 100 Calender of Event Indonesia. Keberhasilan ini, sambung Mega diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Disbudapar untuk menggabungkan Perayaan Peh Cun dengan Festival Cisadane di tahun 2020 yang seyogyanya mampu membawa budaya Kota Tangerang menjadi event berskala international di kemudian hari.***

• Yahya Suhada | Ateng San

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed