Walikota Tangerang: KB untuk Keluarga Lebih Baik

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Wali Kota Arief R Wismansyah melalui teleconference membuka kegiatan Training of Trainer (TOT) Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dan Advokasi Bagi Tokoh Penggerak Masyarakat Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang.

Bertempat di Ruang Akhlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa 8 Oktober 2019 kegiatan tersebut berlangsung mulai dari tanggal 8-18 September 2019 dengan diikuti 995 peserta dan menghadirkan narasumber, yakni Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat dan provinsi serta praktisi dari Universitas Mercu Buana.

Dalam arahannya, Arief meminta agar tokoh penggerak masyarakat dapat memahami, bahwa dengan adanya keluarga berencana maka akan hadir keluarga yang sejahtera.

“Bagaimana kita sebagai pemangku kepentingan yang ada di lingkungan mampu mengajak masyarakat, untuk benar-benar membangun tidak hanya rumah tangganya, tetapi juga keluarganya untuk bisa lebih baik,” ucap walikota.

Program Keluarga Berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Amanat ini tertuang dalam Pasal 1 ayat 8 Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Untuk itu, walikota meminta kepada tokoh masyarakat untuk mau terjun langsung dan door to door mengajak masyarakat agar tahu dan mau
melaksanakan Program KB.

“Mudah-mudahan melalui advokasi ini nantinya diberikan pemahaman dari narasumber bahwa pentingnya keluarga untuk bisa sukses dan sejahtera lewat KB,” harap Arief.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Heryanto mengatakan, pihaknya merasa perlu merangkul tokoh masyarakat sebagai penggerak masyarakat agar ikut berpartisipasi aktif serta menyukseskan program tersebut.

“KB itu bukan membatasi kelahiran, tetapi mengendalikan agar kesejahteraan keluarga bisa diwujudkan dalam keluarga yang Samawa,” ungkapnya.***

Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed