Masyarakat Mendukung Pelantikan Presiden Meski Banyak Ancaman

Oleh: Ramhat Siregar )*

Meskipun ada ancaman dari kelompok yang ingin menggagalkan pelantikan Presiden pada 20 Oktober Mendatang, kenyataannya masih banyak pula yang mendukung dan mengawal Jokowi-Ma’ruf untuk maju dalam pelantikan nanti, dukungan tersebut hadir secara offline maupun online.
Seperti yang dilakukan oleh Pemuda NW, yang menginginkan agar jelang pelantikan, tidak ada lagi pihak maupun kelompok yang memiliki tendensi kepentingan politik liar seperti keinginan untuk menurunkan Presiden Jokowi.
Karena menurutnya, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sudah ditetapkan sebagai pemenang Pilpres yang terpilih secara konstitusional melalui Pemilu tahun 2019.
Pemuda NW menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan situasi. Meskipun unjukrasa itu sah, namun harus tetap membuat situasi kondusif. Sehingga jangan sampai ada kerusakan serta merong-rong kewibawaan bangsa. Karena tindakan nyata untuk menggulingkan pemerintahan yang sah merupakan tindakan yang inkonstitusional.
Kita semua harus memahami bahwa pelantikan merupakan puncak pesta demokrasi, pada saat pelantikan tentunya akan banyak undangan dari kepala negara lain yang akan diundang, sehingga tidak etis jika ada aksi apalagi yang berujung pada kerusuhan seperti beberapa waktu yang lalu, dimana aksi damai mahasiswa berujung ricuh oleh kelompok yang menungganginya dengan motif politik lain.
Aksi kerusuhan tersebut pun menyuarakan hal yang tidak substantif dan cenderung destruktif, seperti pelengseran Jokowi dari jabatannya.
Menjelang pelantikan nanti, ada baiknya kita berdoa dan berharap agar periode selanjutnya dapat menjadikan Indonesia semakin maju dan semakin kuat, serta amanah sehingga pemerataan kesejahteraan akan dapat segera terwujud.
Pemuda NW juga berharap agar Presiden Jokowi dan wakilnya Ma’ruf Amin dapat merangkul semua pihak termasuk lawan politik Pemilu pada tahun 2019 sehingga bisa bersama-sama membangun bangsa agar lebih baik, mengingat banyak pekerjaan rumah yang harus segera dilanjutkan dan dituntaskan pada periode ini.
Dukungan untuk pelantikan Jokowi-Ma’ruf juga datang dari Gerakan Alumni UI, dimana kelompok tersebut menyatakan tetap konsisten mendukung dan mengawal pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin sebagai pemimpin negara yang sah.
Ketua Gerakan Alumni UI Fajar Soeharto menuturkan, aksi unjuk rasa yang dapat mengancam stabilitas nasional ini sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Oleh karena itu, perlu respon yang tegas dari berbagai elemen masyarakat termasuk alumni perguruan tinggi.
Gerakan alumni UI menyatakan akan tetap dan terus konsisten mendukung dan mengawal Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Pihaknya juga akan menentang tindakan inkonstitusional dan tindakan tercela.
Mereka jug menghimbau kepada semua pihak, termasuk kalangan UI sendiri dan sahabat-sahabat alumni lainnya, untuk menghormati hasil pemilu, karena hasil tersebut sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Fajar menambahkan, kegiatan aksi dalam menyampaikan pendapat seperti orasi publik, mest mengikuti aturan hukum. Selain itu, aksi-aksi tersebut tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip NKRI.
Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa dukungan dan kawalan gerakan alumni UI untuk Jokowi dan Ma’ruf Amin ditegaskan berdasarkan manifesto gerakan yang berikrar menjunjung hak setiap warga negara untuk memilih pemimpin yang amanah dan berintegritas.
Smentara itu, Ketua Umum Pro Jokowi (PROJO), Budi Arie Setiadi mengatakan, jutaan pendukung Joko Widodo (Jokowi) akan mengawal pelantikan Jokowi sebagai presiden periode 2019-2024.
Menurut Budi, berbagai elemen pendukung sedang menyiapkan proses tersebut setelah sejumlah pemimpin maupun pendukung bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka.
Budi memastikan, tidak ada acara hura-hura dikeluarkan di sejumlah daerah yang sedang dilanda musibah, seperti asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Namun kemenangan Jokowi merupakan mandat rakyat yang harus disyukuri dan dijaga.
Sikap kelompok yang secara masif memiliki keinginan untuk menggulingkan kekuasaan, tentu harus selalu diantisipasi. Jangan sampai mereka berbuat kegaduhan dan keonaran yang dapat menyusahkan banyak pihak.
Oleh karena itu sudah sepantasnya, seluruh elemen masyarakat untuk menguatkan komitmen dalam menjaga situasi dan kondisi keamanan jelang pelantikan pada 20 Oktober nanti, sebab masih ada pihak-pihak yang gagal move on dan ingin menggagalkan pelantikan tersebut, jika hal itu dibiarkan tentu demokrasi di Indonesia akan semakin kotor.

)* Penulis adalah pengamat sosial Politik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed