Gerakan Lawan Hoax Sukseskan Pelantikan Presiden, Bukti Nyata Warganet Menolak dan Melawan Aksi Radikalisme

Oleh: Syarifah Magdalena (Relawan Forum Pegiat Media Sosial Independen)

Berbagai cara dan upaya bangsa kita dalam melawan radikalisme dan terorisme memang tak pernah ada habisnya. Walau sudah berbagai macam dilakukan, tapi tetap saja pelaku atau kelompok terkutuk ini terus beregenerasi.

Ditambah kemajuan teknologi semakin dimanfaatkan betul oleh pelaku ini untuk menyebarluaskan pemahamannya dan merekrut kader-kader baru yang salah satunya adalah melalui media sosial.

Saat ini pengguna internet di Indonesia luar biasa banyaknya, yaitu mencapai 132,7 juta pengguna. Sekitar 129 juta merupakan pengguna internet yang aktif mengakses konten berita.

Melihat hal ini, membuat pelaku penyebaran hoax dan ujaran kebencian, serta propaganda sesat lainnya banyak menggunakan kelebihan yang ditawarkan oleh media sosial. Jauh sebelum itu, penyebaran propaganda radikalisme, juga sudah masif melalui media sosial di berbagai belahan dunia.

Keberadaan kelompok yang telah menebar berbagai pesan negatif ini, tentu memberikan kekhawatiran tersendiri. Apalagi dengan cara memanfaatkan media sosial, yang saat ini banyak digunakan oleh generasi muda untuk beraktifitas di dunia maya.

Jika ini dibiarkan, tentunya akan berpotensi pada aksi yang terus berkepanjangan. Terlebih dalam waktu dekat bangsa kita akan resmi memiliki pemimpin baru yang ditandai dengan agenda pelantikan presiden pada 20 Oktober 2019 nanti, Bukan tidak mungkin lagi, beberapa kelompok ini memanfaatkan momentum tersebut untuk membuat kegaduhan dan menimbulkan gesekan.

Untuk mencegah dan mengantisipasi hal ini terjadi, warganet siap melakukan gerakan melawan hoax dan radikalisme melalui aksi cerdas dan damai sebar posting konten positif yang menumbuhkan optimisme sambut suksesnya kepemimpinan nasional dan keberlanjutan pembangunan 5 tahun mendatang. Hal ini membutuhkan gotong-royong di kalangan warganet dan komponen lainnya guna menciptakan kondusivitas jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Dengan menyerukan kebenaran, warganet akan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan. Warganet pun siap mengawal proses agenda konstitusional yaitu pelantikan presiden terpilih dengan melakukan gerakan dan deklarasi menolak keras aksi radikalisme yang menghancurkan peradaban manusia.

Hal ini semua dilakukan bahwasanya ingin membuktikan jika masyarakat khususnya warganet tidak takut melawan tindakan radikalisme.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed