Insan Media Sumatera Barat Sepakat Lawan Hoax dan Mendukung Keberlanjutan Program Pembangunan 5 Tahun ke Depan

Puluhan media dan warganet kota Padang bertekad melawan hoax dan mensukseskan program pembangunan nasional 5 tahun kedepan. Para insan media yang terdiri dari awak media cetak, elektronik dan online menggelar diskusi media bersama warganet di Kafe Kuring, Taman Palem Jl Pancasila No 14, Padang, Sumatera Barat. Kamis (17/10/2019) Siang.

Kegiatan tersebut bertajuk: “Peran Media Menangkal Hoax Demi Suksesnya Program Pembangunan 5 Tahun Kedepan”. Para peserta berkomitmen melawan hoax dan bersama-sama mendukung suksesnya program pembangunan nasional 5 tahun kedepan. Dalam kegiatan tersebut insan media juga melakukan deklarasi Gerakan melawan hoax demi suksesnya pembangunan 5 tahun kedepan. Sebelumnya Kapolda Sumatera Barat saat menerima ketua pelaksana Hafyz Marshal berpesan kepada masyarakat kita untuk melawan hoax dan radikalisme demi persatuan kesatuan bangsa dan negara kita” tegas Irjen Pol Fakhrizal.

Ketua Pelaksana, Hafyz Marshal mengatakan, acara ini sebagai bentuk komitmen dan penghargaan kepada Media akan perannya yang positif di masyarakat demi suksesnya program pembangunan Nasional. 

“Kami patut menyampaikan rasa terima kasih kepada rekan media, yang telah berkomitmen dan memberikan kontribusi positif bagi keberlanjutan pembangunan nasional dan suksesnya berbagai agenda nasional seperti salah satunya dalam waktu dekat ini lancarnya pelantikan Presiden Jokowi yamg terpilih secara demokratis konstitusional, untuk itu insan media diharapkan mampu meredusir hoax yang marak serta mampu ciptakan keadaan kondusif di lini media tanpa kehilangan fumgsi utama media itu sendiri sesuai kode etiknya” kata Hafyz, Kamis (17/10).

Selanjutnya Kabiro Humas Pemprov Sumatera Barat Jusma Rizal memyampaikan pesan atas bahayanya hoax dan radikalisme khususnya yang tersebar di media sosial .

“Untuk melawan peredaran berita hoax, para insan media harus menerapkan nilai-nilai READI, yaitu Responsibility, Empathy, Authenticity, Discernment, dan Integrity, karena hoax dengan radikalisme memiliki keterkaitannya saat ini, untuk itu diperkukan kerjasama semua pihak untuk mengatasinya,
Kami dari Pemprov Sumbar mengajak masyarakat agar memfilter berita, hoax dan radikalisme tidak boleh ada di Sumbar, bersama Warga Sumbar siap menangkal berita hoax” kata Jasman kepada peserta diskusi.

Sementara itu dari Insan media, Romeo CEO Minangkabau News mengkonfirmasi bahwa insan media di Sumatera Barat siap dan solid dengan pemberitaan tanpa hoax.

“Mengoptimalkan peran media dengan mensinergiskan kepada program pemerintah melalui upaya literasi membangun persepsi masyarakat akan bahaya hoax dan radikalisme , hal ini penting agar masyarakat dapat ikut berkontribusi memyajikan pesn-pesan positip melalui posting konten-konten positip di lini media agar pemerintah terbantu dan bisa fokus melanjutkan pembangunan nasional yang berkelanjutan” kata Romeo.

Senada dengan Romeo, Rahmat Pemimpin Redaksi Minangkabau News mengingatkan bahaya penyebaran hoax

“Gara-gara hoax dapat memasukan kamu ke penjara, jaga jempolmu jangan sampai hoax bisa memecah belah persatuan bangsa” ujar Rahmat.

Adapun Influencer sosial media kota Padang Rafi Iskandarsyah mengatakan bahwa harus ada sinergitas gotong royong antara media, pegiat warganet dan pemerintah dalam mengedukasi masyarakat luas akan bahaya hoax, radikalisme serta propaganda- propaganda sesat lainnya.

“Saya berharap harus ditingkatkan lagi sinergitas semangat gotong royong dalam memberantas berita bohong , propaganda radikalisme dan propaganda sesat lainnya agar program pembangunan pemerintah dapat optimal dan tidak terdistorsi maraknya hoax, sehingga persatuan bangsa dapat tetap terjaga. Karena bangsa ini membutuhkan peran semua pihak dalam.rangka mensukseskan kemajuan bangsa.” ujar Rafi.

Selain acara diskusi tersebut , peserta juga mendeklarasikan Gerakan Melawan Hoax dan Radikalisme Demi Terwukudnya Persatuan Nasional dan Suksesnya Pembagunan 5 Tahun Kedepan yang berisi sebagai berikut,

PERTAMA, siap menjaga Persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila Dan Undang – Undang Dasar 1945.

KEDUA, siap mengawal demokrasi dan program pembangunan Nasional 5 Tahun kedepan dengan menyampaikan capaian keberhasilan pembangunan yang dilakukan guna menyebarkan semangat optimisme bangsa demi kemajuan negara serta tidak akan menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian atas dasar SARA maupun informasi provokatif di media publik yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

KETIGA, siap bersinergi dan gotong royong dengan masyarakat agar tetap berpegang prinsip idiologi Pancasila, Keutuhan NKRI, kebhinekaan dan konstitusional dengan tidak memberi ruang dan hasutan propaganda negatif yang dapat memprovokasi masyarakat dan memecah belah bangsa.***

Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed