Masyarakat Sambut Gembira Pelantikan Presiden dan Wapres

Oleh : Muhammad Zaki )*

Pelantikan Presiden dan Wapres terpilih tinggal menghitung hari. Elemen masyarakat pun menyambut momentum tersebut dengan kegembiraan dan penuh syukur. Di sisi lain, seluruh pihak juga diimbau untuk tetap menjaga situasi kondusif dan kedamaian selama momentum tersebut.
Antusiasme publik beberapa hari menjelang pelantikan Presiden dan Wapres tepilih mulai meningkat. Agenda kenegaraan yang diselenggarakan 5 tahunan ini dinilai oleh banyak pihak sebagai rasa syukur akan terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden guna memimpin Indonesia kedepan. Segenap pihak menyambut momentum tersebut dengan antusias.
Kegembiraan ini salah satunya tercermin dari Antonius Benny Susetyo selaku Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), yang juga turut mengajak masyarakat untuk menyambut pelantikan pada 20 Oktober mendatang dengan penuh suka cita. Dirinya mengimbau agar seluruh pihak menjaga suasana agar tetap kondusif, aman dan damai jelang agenda kenegaraan ini.
Pihaknya menilai jika prosesi penting ini harus dihindarkan dari kegaduhan politik yang harusnya telah berakhir. Ajakan Benny itu disampaikan dalam kegiatan Sarasehan Kebangsaan dengan tajuk “Gembira Menyambut Pelantikan Presiden-Wapres Terpilih sebagai bagian dari Pesta Demokrasi”, yang berlokasi di Jakarta Selatan. Pria yang sering disapa Romo Benny ini juga mengutarakan pendapatnya terkait aksi unjuk rasa yang seringkali terdapat penumpang gelap. Kelompok tersebut ditengarai memiliki paham menyimpang seperti, radikalisme, anti-Pancasila serta kepentingan lain. Implikasinya ialah penggagalan pelantikan Jokowi-Ma’ruf, yang secara tak langsung juga akan melukai rakyat.
Sebab, presiden beserta wakil presiden yang dilantik ialah amanat rakyat, pilihan rakyat yakni melalui pemilihan presiden yang dihelat lima tahun sekali. Sehingga pihak manapun yang melawan rakyat berarti melawan demokrasi. Pun dengan menyatakan proses demokrasi yang tidak adil atas nama rakyat. Ia juga menegaskan bahwa saat inilah waktu tepat guna membangun konsolidasi demokrasi. Hal ini dikarenakan demokrasi yang sehat maka akan menciptakan stabilitas politik yang kuat.
Sebagai informasi, Forum Pejuang NKRI menyelenggarakan acara Sarasehan Kebangsaan tadi guna menyambut Pelantikan sebagai bagian dari pesta demokrasi. Di dalam acara tersebut turut hadir, Akbar Tanjung selaku Ketua DPR RI tahun 1999-2004, Romo Benny Romo Susetyo selaku rohaniawan, Bang Ucu tokoh Betawi, serta Apolo Safanpo yakni Rektor Universitas Cendrawasih.
Kegembiraan lain datang dari wilayah Yogyakarta. Menurut berita, kota pelajar ini menggelar pesta rakyat sebagai bentuk syukur akan dilantiknya Jokowi – Ma’ruf 20 Oktober mendatang. Konon, pesta budaya ini diprakarsai oleh Bravo 5, bersama dengan masyarakat sipil di wilayah Yogyakarta lintas Budaya, agama, serta organisasi. Ketua Bravo 5 DIY, Yoyok Rumekso Setyadi, menyatakan jika pihaknya bersyukur atas pelaksanaan Pemilu 2019. Yang dimulai dari masa kampanye hingga penetapan pemenang hasil Pemilu dapat berlangsung dengan lancar. Sebagai wujud syukur maka mereka akan menggelar acara pesta rakyat ini.
Subkhi Ridho, selaku Ketua Pelaksana Pesta Budaya, menjelaskan kegiatan tasyakuran ini akan mempertunjukkan sejumlah tarian daerah, jathilan, line dance, hingga flash mob, tak ketinggalan pembacaan puisi dan juga lainnya. Acara tersebut juga nantinya akan diisi doa kebangsaan lintas agama. Ridho juga menjelaskan jika kegiatan ini akan diawali oleh ziarah kebangsaan di Taman Makam Pahlawan yang berlokasi di jalan Kusumanegara Yogyakarta. Hal ini dilakukan, sebagai wujud terimakasih kepada pahlawan yang telah berjasa kepada Indonesia di masa dahulu.
Ridho pun mengklaim bahwa pesta budaya warga Yogya ini tak hanya didanai oleh relawan Bravo 5. Namun juga berasal dari masyarakat yang turut bergembira menyambut pelantikan Jokowi-Ma’ruf sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih untuk lima tahun mendatang. Ia juga menginformasikan, Panitia akan membuka sumbangan tumpeng dari warga masyarakat sampai 20 Oktober mendatang. Pihaknya berharap agar penyelenggaraan pesta budaya ini menjadi peristiwa yang mampu memperkokoh persatuan. Sebab, acara ini dilaksanakan secara gotong royong antara seluruh elemen masyarakat.

Hiruk pikuk kegembiraan mulai terasa di masyarakat seiring terpilihnya pemimpin pilihan rakyat. Luapan kegembiraan pada puncak pesta demokrasi ini memang seharusnya dilakukan. Mengingat hal ini adalah perayaan babak baru dalam melangkah ke depan lebih baik lagi. Sehingga tak salah jika menyambutnya dengan antusiasme persatuan dan kesatuan. Mari sambut pelantikan Jokowi-Ma’ruf dengan suka cita.

)* Penulis adalah pengamat sosial politik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed