Peran Warganet Merawat Persatuan Indonesia dan Mensukseskan Pembangunan Nasional 5 Tahun ke Depan

Oleh: Ryan Armaditya (Content Creator/ pegiat media sosial independen)

Narasi kebencian, intoleran, dan radikalisme semakin menguat di tengah masyarakat sampai dunia maya. Catatan Kontras pada Maret 2019 menunjukkan, bahwa intimidasi dan kekerasan atas nama agama masih terus meningkat dan berulang-ulang dari tahun ketahun. Budaya damai dan saling memahami menjadi terpinggirkan. Media sosial adalah salah satu lahan subur bersemainya aksi-aksi yang kontra terhadap nilai-nilai persatuan. Sifatnya yang anonymous membuat setiap orang bisa dengan bebas membuat akun-akun penyebar konten intoleran dan penuh permusuhan.

Fakta tentang polarisasi masyarakat ini harus disikapi dengan sangat serius dan bersungguh-sungguh. Sebagai sebuah kecenderungan yang tidak sehat dan tidak produktif, dia tidak boleh berlarut-larut. Pada gilirannya, dia akan berdampak pada persatuan dan kesatuan bangsa, pun terhadap ketahanan nasional.

Media sosial harus menjadi instrumen positif dalam menjaga suasana relasi antar anak bangsa tetap kondusif, damai dan tentram serta dapat mengangkat berbagai keunggulan bangsa di media sosial.

Dimana kondisi media sosial positif di situlah ada peran warganet yang cerdas. Di sinilah warganet harus mencermati siapa dan kelompok apa yang sesungguhnya memang punya tujuan tidak sejalan dengan cita cita bangsa dan memiliki agenda tersembunyi. Mereka tidak lain salah satunya yaitu kelompok radikal yang ingin terus merusak tatanan Indonesia dalam bingkai Pancasila dan NKRI menjadi sesuai keinginannya.

Kini, idealnya, tidak ada lagi rivalitas politik antarkomunitas, karena tahun politik 2019 sudah dilalui. Warganet ke depannya harus mempromosikan keberagaman dan keunggulan adiluhung bangsa kita agar sesama anak bangsa guna menciptakan optimisme bangsa agar kondusifitas dalam bernegara tetap terjaga.

Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia adalah warisan leluhur. Warisan ini pula yang menjadi fondasi kukuh persatuan dan kesatuan bangsa, karena sarat toleransi dan kesediaan untuk menerima, mengakui dan menghormati perbedaan. Warisan ini, bersama dengan falsafah dan dasar negara Pancasila serta Undang-undang Dasar 1945, telah mengalami beberapa kali ujian yang tidak ringan.

Memang, sejarah mencatat bahwa selalu saja ada kelompok yang ingin mengingkari, bahkan juga mencoba menciderai dan menghapus warisan itu. Namun, dengan segala risiko yang harus diterima, semua ujian itu selalu berhasil dimenangkan berkat persatuan dan kesatuan bangsa. Sejatinya, setiap generasi warganet hanya diminta merawat warisan leluhur itu, dan jangan sekali-kali menodai atau merongrongnya. Belajarlah dari sejarah yang bertutur tentang semangat dan keberanian menjaga tegaknya eksistensi NKRI.

Maka demi persatuan dan kesatuan bangsa, polarisasi di tengah warganet sekarang ini tidak boleh berlarut-larut. Harmonisasi hidup berbangsa, bernegara dan bermasyarakat harus segera dipulihkan, at all cost. Warganet harus berperan sebagai transformasi informasi yang mengandung literasi dan edukasi menumbuhkan optimisme dan ikut serta membangun bangsa demi tegaknya NKRI, persatuan dan kesatuan bangsa pun menjadi harga mati.

Dengan menyerukan kebenaran, Warganet akan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan. Warganet pun siap mengawal proses agenda konstitusional yaitu pelantikan presiden terpilih dengan melakukan gerakan dan deklarasi menolak keras aksi radikalisme yang menghancurkan peradaban manusia. Warganet harus mengambil sikap dan cara yang kreatif untuk ikut berkontribusi mensukseskan pembangunan 5 tahun ke depan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed