Jadikan Momen Pelantikan Presiden Terpilih Sebagai Semangat Persatuan Menuju Indonesia Maju

Oleh: Anwar Susilo (Netizen/Relawan Generasi Literasi Terbit)

Siapakah di antara kita yang rela Indonesia tercerai berai? Tentu tidak satupun. Jika pada awal perjuangan dimulai dengan masing-masing daerah dan digerakan terus-menerus, namun ternyata itu tak cukup mampu untuk mengusir penjajah yang menduduki wilayah Nusantara kala itu. Lalu akhirnya Indonesia mampu dan berhasil merebut kemerdekaan berkat persatuan yang dibentuk oleh gerakan-gerakan kedaerahan tadi menjadi satu Indonesia. Barulah penjajahan dapat ditaklukan. Ibarat lidi yang mudah dipatahkan satu persatu, namun jika semuanya disatukan dengan ikatan, semakin dekat kerapatan, semakin sulit untuk dipatahkan.

Mengingat kembali beberapa kejadian belakangan ini. Begitu banyak perpecahan dan perseteruan terjadi, yang oleh orang-orang tak bertanggung jawab di framing sebagai gerakan-gerakan ‘kesukuan’, ‘keagamaan’, dan gerakan-gerakan yang mengatas namakan kepentingan kelompok tertentu ataupun pribadi. Ini bermula dari sosial media yang dimanfaatkan untuk menebarkan kebencian, hoax dan propaganda melalui media video, tulisan, ataupun gambar, dan yang lebih kekinian menggunakan meme. Pola seperti ini terus-menerus dilakukan, dengan memanfaatkan keawaman warganet secara tidak langsung, akhirnya warganet pun mengiyakan bahwa perbedaan suku, ras, dan agama itu menjadi masalah besar. Padahal secara tidak sadar kita sedang memecah belah diri sendiri.

Seharusnya media sosial menjadi instrumen positif dalam menjaga suasana relasi antar anak bangsa tetap kondusif, damai dan tentram. Warganet seyogyanya harus berperan sebagai transformasi informasi yang mengandung literasi dan edukasi menumbuhkan optimisme bangsa dengan narasi yang positif.

Bukan dengan berbagai narasi kebencian yang saat ini mulai dihembuskan dan dipergunakan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Perpecahan terjadi di mana-mana. Mulai dari kasus hoax Papua yang menyebabkan kericuhan, unjuk rasa anarkisme, radikalisme, sampai terbaru kasus penusukan terhadap pejabat pemerintahan hingga imbasnya sampai hari ini masih saja orang-orang berseteru dengan berbagai pelabelan yang melekat pada masing-masing kelompok narasi identitas dan politik aliran yang begitu kental masih coba dipertahankan oleh sekelompok oknum .

Benar kata bung Karno bahwa perjuangannya lebih mudah karena melawan penjajahan, tetapi kita sedang melawan bangsa sendiri—menenun permusuhan.

Kasus lain yang paling sering kita temui adalah ribut-ribut soal keyakinann perbedaan cara ibadah, pembangunan tempat ibadah, rasanya hal-hal seperti itu amat cepat menimbulkan perpecahan di antara kita baik antar agama maupun beda aliran dalam satu agama itu sendiri. Perkelahian, baku hantam, hingga kerusuhan berakhir dengan pembakaran ataupun pengrusakan terhadap fasilitas umum dan korban sesama rakyat Indonesia yang mendapatkan kerugian bagi semua pihak. Tidak jarang kerusuhan ini memimbulkan korban jiwa.

Melihat sesama sebagai ‘manusia’ itu penting. Hal ini merupakan akar dari toleransi yang harus ditanamkan sedini mungkin dalam benak warganet. Pemahaman dan kesadaran ini akan mendorong kita untuk saling menerima, bersimpati dan tentunya akan mempermudah kita untuk bekerja sama dalam membangun Indonesia baik secara fisik maupun secara mental.

Kita, sebagai warganet mesti menyadari bahwa kita memiliki hak yang sama untuk tinggal dan berkeyakinan di negara ini. Sebabnya kita sebagai warganet harus siap mewujudkan demokrasi yang konstitusional dan damai serta ikut berkontribusi terhadap suksesnya program pemerintahan 5 tahun ke depan untuk kemajuan bangsa.

Mari menjadikan momen pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih untuk mempererat persatuan dan meneruskan perjuangan para pendahulu kita dengan terus berkarya, melahirkan ide-ide baru yang kreatif dan inovatif demi Indonesia yang lebih maju dan disegani bangsa lain. Wahai insan warganet, mari menjaga kedamaian dan posting konten positif dan jangan sampai berhenti di kamu! Mari kita semua menjaga dan mengawal serta mendukung pemerintahan yamg terpilih secara demokratis dan konstitusional ini demi suksesnya pembangunan 5 tahun mendatang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed