Masalah dan Solusi Pendidikan di Indonesia Pasca Pengumuman Kabinet Kerja Jilid II

Prof Dr Manlian Ronald A Simanjuntak ST MT DMin (Guru Besar Universitas Pelita Harapan)

Apresiasi tinggi perlu kita sampaikan kepada Presiden Jokowi untuk terbentuknya secara khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Kerja Jilid II yang diumumkan dan dilantik Rabu di Jakarta, 23 Oktober 2019.

Dalam pemahaman umum apa yang dikerjakan dalam Kabinet Kerja Jilid I, Pendidikan Dasar sampai Pendidikan Menengah Atas secara manajemen pendidikan terpisah dengan Pendidikan Tinggi.

Dalam postur Kabinet Kerja II manajemen pendidikan dasar terintegrasi kembali sampai dengan pendidikan tinggi dalam satu kementerian.

Pertanyaannya adalah apakah natur postur integrasi pendidikan sebelum Kabinet Kerja I, saat Kabinet Kerja I, dan pada Kabinet Kerja II memiliki pengertian “integrasi yang berkelanjutan?”

Sangat dianjurkan pemerintah bersama masyarakat harus memastikan arah dan kualitas pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi terintegrasi dan berkelanjutan.

Bukan hanya itu, menjawab tantangan globalisasi, bagaimana pendidikan Indonesia bisa mempersiapkan lulusan yang mampu dan ahli sesuai kompetensi masing-masing.

Bukti secara administrasi kompetensi kerja dalam kategori ahli adalah sertifikasi. Sementara proses mendapatkan sertifikasi harus melalui penilaian kualifikasi pendidikan, pengalaman, dll.

Tantangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam postur Kabinet Kerja II, harus mampu menjawab permasalahan peran pendidikan tinggi dan keprofesian di masa depan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed