Satu Keluarga Anjal “Terciduk” Kalong Wewe

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Tim Kalong Wewe Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang kembali melakukan penindakan terhadap anak jalanan (anjal), gelandangan pengemis (gepeng) dan pedagang asongan yang mangkal di sejumlah persimpangan lampu merah Kota Tangerang, Senin siang 4 November 2019. Dalam penindakan terhadap pelanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2018 tentang Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat ini, Tim Kalong Wewe Gakumda menindak 11 orang anjal, gepeng dan pengasong.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang menjelaskan pihaknya melakukan penindakan terhadap para anjal, gepeng dan pedagang asongan ini sesuai tugas pokok dan fungsi serta atas perintah Kepala Satpol PP, Agus Henra Fitrahiyana.

Dikatakan Kaonang, saat pihaknya melakukan penegakan Perda 8/2018 di jalanan, memergoki sepasang pria wanita serta dua balita yang tengah mengamen di lampu merah persimpangan Jalan Daan Mogot – Jalan Sudirman dekat SMP 5 Kota Tangerang. Mereka melakukan aktivitas melanggar Perda di situ bersama sejumlah kawannya.

“Dì persimpangan lampu merah Tanah Tinggi itu Tim Kalong Wewe Gakumda berhasil menindak lima orang pengasong dan enam orang anjal serta gepeng. Mereka selanjutnya didata di Mako Satpol PP. Pedagang asongan pendataannya dipisahkan dengan anjal dan pengis,” jelas Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang usai penegakan Perda tersebut.

Setelah dilalukan pendataan, tambah Kaonang tercatat ada lima pedagang asongan. Sementara anjal dan gepeng sebanyak enam orang. Setelah didata, ternyata ada satu keluarga anjal yang “terciduk” penegakan Tim Kalong Wewe Gakumda siang itu.

“Dardi bersama Dita Moulani mengaku pasangan suami isteri. Pasangan anjal ini dalam melalukan aktivitasnya di persimpangan lampu merah mengajak dua bocahnya yang masih balita. Ini secara psikologi sangat merusak mental si bocah. Jadi mereka berempat itu satu keluarga terdiri dari suami-isteri serta dua anaknya,” jelas Kaonang didampingi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang

Terhadap para pengasong, kata Kaonang, mereka didata kemudian barang dagangannya disita selama satu minggu bagi yang terkena penindakan pertama. Sementara bagi mereka yang telah terkena penindakan lebih dari dua kali maka barang dagangannya bisa diambil setelah satu bulan. Para pengasong ini diminta membuat surat pernyataan bahwa tidak akan mengulangi perbuatannya yang melanggar Perda Kota Tangerang.

Sedangkan terhadap para anjal dan gepeng, terang Kaonang setelah didata oleh PPNS Galumda maka diantar ke Dinas Sosial Kota Tangerang guna dilakukan pembinaan agar mereka tidak melakukan pelanggaran kembali yakni beraktivitas di persimpangan lampu merah. Diharapkan setelah dilakukan pembinaan di Dinas Sosial, para anjal dan gepeng mau mengubah aktivitasnya.

“Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang terus-menerus konsisten melakukan pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas anjal, gepeng serta pengasong di jalanan. Hal ini dilakukan guna menjadikan Kota Tangerang lebih tertib dan tenteram,” jelas Kepala Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed