Beruang Hitam Gakumda “Tebang” Empat Tiang Reklame

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Empat tiang reklame luar ruang (billboard) di Jalan Merdeka (Pertigaan Pos Karawaci) “ditebang” Tim Beruang Hitam Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Senin 11 November 2019. Konstruksi reklame luar ruang itu berdiri di lahan milik negara, tidak membayar pajak dan kerangka besinya sudah keropos.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Ķabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang menjelaskan penindakan terhadap empat konstruksi reklame ini berdasarkan surat rekomendasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta perintah Kasatpol PP, Agus Henra Fitahiyana.

Disebutkan Kaonang, empat tiang reklame yang ditebang Beruang Hitam Gakumda itu masing-masing dua ukuran besar 12m x 4m dan dua ukuran 7m x 3m. Konstruksi reklame ukuran sangat membahayakan terhadap keselamatan masyarakat. Selain itu, tiang reklame tersebut berdiri di atas lahan milik negara.

“Hari ini Tim Beruang Hitam Gakumda Satpol PP melakukan penindakan, yakni pembongkaran terhadap empat konstruksi reklame yang tak berijin. Dua konstruksi reklame ini ukurannya tergolong besar dan besinya sudah ada yang keropos,” terang Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang, Senin 11 November 2019.

Ditambahkan Kaonang, khusus untuk dua tiang reklame ukuran besar, pembongkarannya tidak bisa diselesaikan satu hari tuntas. Diperlukan tenaga khusus dan penuh kehati-hatian saat membongkarnya. Hal ini disebabkan tiang reklame berdiri di tepi jalan raya provinsi dan banyak jaringan kabel yang melintang di dekatnya.

“Yang dua konstruksi reklame luar ruang ukuran kecil dituntaskan hari ini. Sementara dua bangunan reklame ukuran besar diselesaikan secara bertahap,” jelas Kabid Gakumda, Kaonang.

Fatimah, salah seorang warga yang tempat usahanya tepat berada di bawah konstruksi reklame besar di sudut pertigaan Jalan Merdeka – Jalan Imam Bonjol menuturkan lempengan besi-besi billboard tersebut berjatuhan tertiup angin sehingga sangat membahayakan masyarakat. Ia mengaku sangat khawatir konstruksi reklame itu roboh lalu menimpa warga yang melintas di bawahnya.

“Bahaya banget. Waktu itu besi-besi lembaran pada jatuh lantaran ketiup angin kenceng. Untungnya ga niban orang. Besi itu jatoh niban tenda yang ada di bawahnya. Apalagi waktu ada gempa, ngerih banget. Kwatir tiang besi itu rubuh trus niban saya,” tutur Fatimah.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed