Anjal dan Pengasong Terjaring Satpol PP Kota Tangerang

TangerangSatu.co.id KOTA TANGERANG – Tim Kalong Wewe Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang menindak tiga pengasong dan enam anjal serta gepeng Senin 25 November 2019. Penindakan itu dalam menegakkan Perda nomor 8 tahun 2018 tentang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Kabid Gakumda Satpol PP) Kota Tangerang, Kaonang menegaskan penegakan Perda ini tugas pokok dan fungsi Bidang Gakumda dan atas perintah Kepala Satpol PP, Agus Henra Fitrahiyana.

Tim Kalong Wewe Bidang Gakumda terus secara kontinyu mengadakan pengawasan (monitoring) dan penegakan peraturan daerah (Perda) berkenaan dengan anak jalanan (anjal), gelandang pengemis (gepeng) serta pedagang asongan (pengasong) di lampu merah jatung Kota Tangerang.

Disebutkan oleh Kaonang, sebanyak tiga orang pengasong terkena penindakan di persimpangan lampu merah Tanah Tinggi. Sementara anjal serta gepeng dan pengamen ditindak di lampu merah Pos Karawaci (dua orang), di lampu merah Cimone (tiga orang) dan di Jalan Merdeka (satu orang, yang lain melarikan diri).

“Pengasong sebanyak tiga orang kami buatkan berita acara penyitaan barang. Bagi pengasong yang sudah tertangkap lebih dari dua kali maka barang yang disita akan bisa diambil setelah satu bulan. Sementara untuk pedagang asongan yang terjaring satu kali kami buatkan berita acara penyitaan barang dan dapat diambil 10 hari kerja. Mereka semua membuat pernyataan tidak mengulang lagi,” jelas Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang didampingi Kepala Seksi Hubungan Antar Lembaga (Kasi Hubtarga) Ahmad Payumi, Kasi Penegakan Tatang Sumantri, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) serta staf Gakumda.

Diterangkan Kaonang, bagi enam orang anjal, gepeng dan pengamen yang terjaring penindakan Tim Kalomg Wewe Gakumda Satpol PP setelah didata selanjutnya diantar ke Dinas Sosial Kota Tangerang untuk dilakukan rehabilitasi dan pembinaan. Ditambahkan Kaonang, para pengasong setelah didata seluruhnya ber KTP luar Kota Tangerang.

“Perlu terus mencari formulasi yang tepat dalam penanganan anjal, gepeng, pengamen serta pedagang asongan agar memberikan efek jera sehingga setelah ditindak dan mendapat pembinaan juga sangsi mereka tidak kembali ke jalanan menjadi, anjal, gepeng, pengamen dan pedagang asongan lagi,” papar Kaonang.***

Ateng San | Yahya Suhada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed