MENGEMBALIKAN MARWAH GARUDA INDONESIA

Oleh: Riyanto

Garuda Indonesia merupakan bagian wajah Indonesia yang sedang tertampar mukanya karena ulah beberapa oknum yang sedang mencari keuntungan dari kesempatan yang dikembangkan dengan pola sistem tersetruktur. Ini merupakan contoh buruk yang harus diingat dan dijadikan contoh agar tidak terulang lagi di perusahaan – perusahaan atau lembaga – lembaga yang mewakili citra Indonesia.

Hampir semua orang yang pernah menggunakan jasa Garuda Indonesia atau paling tidak bersinggungan, memiliki kata tanya yang hampir sama dalam benak masing – masing, ada gerangan apa di PT. Garuda Indonesia yang begitu terkenal namun memiliki reputasi keuangan yang tak pernah kunjung selesai, dan bahkan kekayaannya sudah kalah jauh dengan jasa layanan antaran yang merakyat sekarang ini.Mungkin kalau di data pertanyaan itu akan semakin terakumulasi melebihi jumlah orang yang pernah menggunakan jasa layanan Garuda Indonesia.

Mau dibawa kearah mana Perusahaan yang begitu besar dan sekaligus mewakili wajah bangsa ini? Dari masa ke masa sepertinya tak kunjung surut permasalahan yang dihadapi oleh maskapai penerbangan nasional ini, bahkan setiap pergantian kepemimpinan harapan dan impian masyarakat tertuju kepada para pimpinan yang diberikan mandat untuk mengembangkan dan melebarkan sayap garuda agar bisa mengangkasa lebih tinggi dan lebih jauh lagi ke seluruh penjuru dunia. Justru kenyataan dan harapan yang diamanatkan memudar, melukai, menyakitai dan bahkan memunculkan simpati yang berbanding terbalik.

Masih ada kata “untung” dari kejadian yang membuat maskapi itu segera diketahui dan diambil tindakan oleh inisiator sebagai penanggungjawab yang tegas dan patut mendapat acungan jempol dari seluruh masyarakat Indonesia, artinya masih ada harapan untuk mengembalikan marwah Garuda Indonesia menjadi maskapai yang dibanggakan oleh masyarakat Indonesia sungguhpun ada beberapa syarat dan kondisi yang harus segera mendapat penyelesaian untuk dapat dinyatakan sebagai maskapai yang sehat dari segi internal maupun eksternal.

Luka yang terbuka itu harus segera diobati, artinya banyak pekerjaan – pekerjaan yang harus tertangani secara baik dan bersifat urgent agar cita perusahaan tidak terseret kea rah kehancuran yang lebih dalam atau luka yang lebih menganga, hanya karena ulah beberapa oknum yang bekerja sama membangun sistem untuk mencari kesempatan yang ada, dengan mengatas namakan sebuah kekuasaan.

Membangun citra yang dikatakan sehat dan idealnya sebuah cita itu butuh waktu dan pengorbanan yang tidak sedikit, bahkan jika perlu harus ada pengorbanan – pengorbanan untuk mendapatkan citra yang ideal. Karena citra sebagai representasi penilaian – penilaian dari konsumen, baik itu berasal dari konsumen yang potensial maupun konsumen yang kecewa termasuk di dalamnya kelompok – kelompok yang berkaitan langsung dengan maskapai Garuda Indonesia.

Membangun sebuah Citra itu memerlukan waktu yang tidak sedikit dan harus konsisten dalam mengkreasi sebuah citra selain harus jelas juga harus memiliki keunggulan – keunggulan dibanding yang lainnya, sehingga apabila citra sudah terbentuk juga tidak mudah untuk melakukan perubahan – perubahan, karena setiap orang akan memiliki opini – opini yang berbeda terhadap obyek citra yang sama, serta tidak dapat direkayasa.

Membangun citra itu bukan sekedar mendapatkan barang atau jasa yang diinginkannya terwujud, tetapi ada sejumlah harapan lain yang harus terpenuhi. Oleh karena itu juga menjadi penting bagi Maskapai Garuda Indonesia memberikan klarifikasi dan memberikan informasi – informasi yang mampu membangkitkan semangat publik untuk ikut berpartisipasi membanguna emosi dan komunikasi yang berhubungan erat dengan pribadi – pribadi masyarakat atau konsumen, karena di dalamnya akan mengungkapkan keunggulan, kebanggaan dan kesenangan masing – masing.

Citra tidak pernah datang begitu saja tanpa diupayakan dan diusahakan dengan mengedepankan komunikasi dan informasi – informasi yang relevan melalui unit – unit organisasi yang ada di dalam Maskapai Garuda Indonesia. Karena tidak akan mungkin mengembalikan citra dengan menggantikan sistem atau orang – orang yang terlibat dalam kasus atau penggantian struktur organisasi, tetapi lebih dari itu. Karena begitu besar harapan yang diamanatkan masyarakat Indonesia kepada maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia sebagai bagian perwajahan Indonesia sekaligus identitas nasional yang sudah tertanam dalam masyarakat Indonesia, sakitnya maskapai Garuda Indonesia berarti pula sakitnya bangsa Indonesia, sehingga harus ada upaya – upaya nyata untuk mengatur dan membenahi maskapai ini, terlepas dari oknum – oknum yang terlibat harus tetap mendapatkan sanksi hukuman yang setimpal dengan perbuatan yang telah dilakukannya.

Garuda Indonesia sebagai penghubung antara wilayah satu dengan wilayah lain di tanah air bahkan luar negeri mutlak di butuhkan keberadannya, sehingga garuda yang sehat dengan citranya harus segera kembali mengisi hari – hari sebagai agenda kegiatan untuk melanjutkan perjuangan dalam mengisi kemerdekaan bangsa. Sehingga garuda yang sehat disanalah harapan masyarakat dan seluruh bangsa Indonesia.

Dosen Stikom InterStudi Jakarta
e-mail: riyantocawas67@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed